Thursday, 16 March 2017

THE MIRACLE OF TAUHID (Kisah nyata Dirukyah oleh Malaikat Rahmat)

Oleh Nuruddin al Indunissy

Selepas dzuhur di jantung kota Jazeerah Al Arabia, matahari bersinar mesra merebakan cahaya emas dipantulkan hamparan pasir menguning. Sahara Makkah yang kini perlahan menyempit ditumbuhi semarak hotel dan apartement-apartemen tinggi berselang taman-taman hijau seperti memukau setiap pandang derap pejalan kaki menuju Al Masjid Al Haram Makkah Al Mukaramah.
Lembah Makah semakin megah, ratusan raksasa tinggi perlahan merangkak mendekat mengepung Masjidil Haram. Pohon-pohon kurma diam, seperti gelisah berharap awan tebal segera melintas. Siang itu matahari Makah terik dan satu sosok berjalan sedikit tergesa-gesa, sesekali membetulkan niqab yang menutup wajahnya. Yah, kota ini adalah impian semua jiwa yang merindukannya. Namun sungguh ia begitu berbeda ketika berbicara dunia kerja. Benar, rasanya, tidak ada tempat kerja senyaman di Negeri sendiri.
Aisyah, sebut saja begitu. Baru saja keluar dari sebuah mall sehabis belanja untuk menu masak hari ini. Wajahnya sendu menahan rasa pusing yang tiba-tiba menyengatnya, “Akh terik matahari di kota ini sudah biasa bagiku”. Kata Aisyah yang nyata telah bekerja tahun-tahun di kota ini. Rasa letih, lelah dan cape, baik mental, fikiran dan tubuh adalah hal biasa bagi seorang berstatus TKW. Meski bukan hal ini yang mau saya bahas disini, tapi dari sinilah semua cerita dimulai. Allah telah benar-benar mengangkat derajat seorang wanita biasa yang berahlak mulia, sebentar lagi kisah ini akan menjadi besar dan semerbak dijiwa-jiwa yang merindukan kedekatan dalam dekapan Tauhid!
Tubuh aisyah mulai tidak stabil, kakinya terguncang. Sakit itu sepertinya bukan sengatan matahari gurun yang garang, tapi berasal dari dalam tubuhnya sendiri. Ia merasakan tubuhnya mulai menggigil, aliran darah diseluruh tubuhnya seperti mendidih, rasa pusing memenuhi kepalanya. Ia tergesa memasuki sebuah gang kecil menuju sebuah rumah, berharap segera mengetuk pintu dan melepaskan barang-barang yang ia bawa.
Namun tiba-tiba langit menjadi gelap, dan.. bugh…
Aisyah terkulai lemah tidak jauh dari rumah besar tempat ia bekerja. Dan, selang beberapa menit kemudian seorang arab menghampirinya. Ia memanggil penghuni rumah untuk membantunya membawa Aisyah kedalam, seorang wanita arab gemuk membuka niqab (tutup wajah hitam) yang menutupi wajahnya. Ia menjerit histeris melihat darah keluar dari hidung, mulut, kedua mata dan telinga Aisyah.
Hari itu juga Aisyah dibawa kerumah sakit, dan dokter memvonisnya kangker darah. Penyakit yang hingga kini belum ditemukan obatnya, rumah itu menjadi gaduh keheranan. Namun ikhwatal iman, ada yang lebih mengherankan lagi disana. Diantara hilir mudik rumah sore hari itu, terlihat jelas satu ekpresi menyembunyikan seyum bahagia dibalik serautnya. Hatinya menyimpan gemuruh berkecamuk, lalu seperti panglima membusungkan dada diatas kemenangan besarnya. Ia berbisik; “Akhirnya, kamu kena Aisyah!”

Dua hari kemudian, di rumah sakit. Aisyah mulai sadar dan keheranan, melihat peralatan medis yang menempel di kulitnya, ia memegangi kepalanya yang masih berat dan pusing. Keheranannya berubah menjadi pilu, Abuya dan Ummi menenangkannya sehabis memberitahukan vonis 2 tahun untuk sisa usianya.
Khabar pedih itu ia pegang erat.
“Khabar ini jangan sampai tiba dikeluargaku di Indonesia, adikku adalah amanah dari ayah yang harus aku tunaikan” bisiknya dibalik kecamuk antara takut dan bingung yang menyelimuti. Aisyah harus tetap disana, bekerja hingga ujung bimbang yang tidak ia ketahui lagi.
Berita lain segera menyeret jiwanya kedalam lembah putus asa. Lembah yang lebih menyeramkan dari sekedar kematian, titik ketahuidannya belum sampai untuk menundukan kekhawatiran di jiwanya. Dua minggu dari saat itu vonis berubah, usia Aisyah divonis hanya dua atau tiga bulan lagi. Hati manakah yang tidak gentar melihat peluru kematian melesat menuju ubun-ubunnya?
Suami, anak, keluarga.. dan nestapa yang ia tinggalkan dinegerinya segera tergambar jelas!
ALLAHUAKBAR!
Demi Allah, cerita nyata yang akan saya sajikan dihadapan anthum ini adalah kehormatan bagi saya. Insya Allah ini adalah amanah dari Allah Ajja wa Jalla untuk saya sampaikan kehadapan sahabat yang berbahagia semua. Kisah nyata paling nyata tentang dzahirnya Asma AL MUKMIN dan AL MUHAIMIN, tentang Dzhahirnya Allah yang Maha Memberi Keamanan dan Mengamankan Hamba-Nya yang yakin akan pertolongan-Nya. Alkisah moderen yang ingin mengabarkan kepada dunia bahwa keajaiban itu masih ada, kisah yang memperlihatkan dengan nyata kecamuk antara Balatentara Cahaya Tauhid yang mengalahkan kekuatan jahat pasukan iblis dan pengikutnya.
وَلَقَدْبَعَثْنَافِيكُلِّأُمَّةٍرَسُولاأَنِاعْبُدُوااللَّهَ
“SESUNGGUHNYA ALLAH TELAH MENGUTUS RASUL-RASUL DI TIAP UMAT UNTUK MENYERUKAN “SEMBAHLAH ALLAH SAJA!”
Cerita ini sengaja saya tulis untuk mengabadikan kembali sebuah kisah nyata, kisah yang menginpirasi Taubattan Nasuha Insya Allah. Kisah tentang Lembut-Nya kasih sayang Arrahmaan Arrahiim, kisah nyata yang memperlihatkan dengan jelas bagaimana Malaikat Rahmat turun dari langit kebumi dan menyentuh langsung hamba-Nya yang teraniayaya, kisah yang membuat hari-hari disela kesibukan saya gelisah sebelum menuntaskan dan menyuguhkannya kehadapan anda saat ini. Kisah tentang Cahaya Santun Al Islam yang nyata, kisah tentang Dzahirnya Kekuasaan Allah yang meluluhlantakan pasukan iblis hanya dengan satu Malaikat-Nya. Kisah yang saya dedikasikan teruntuk sahabat yang tidak ingin dikenal namanya, yang kemudian saya ganti dengan nama Aisyah Nursyifa.
Segala puji bagi Allah Dzul Dzalaali wal Ikraam!
Selain tokoh Aisyah ada tokoh lain yang tidak kalah mengagumkan. Demi Allah ini bukan kisah murahan di sinetron-sinetron menunggu ramadhan, namun sekali lagi ini nyata. Kisah yang semoga kelak menginpirasi sutradara Muslim hingga kisah ini diangkat ke layar lebar dan disaksikan ummat dari masa ke masa. Nama asli pemeran antagonis dalam kisah ini sengaja saya sembunyikan pula, untuk mengamankan namanya dan ikut serta memuliakan niatan taubahnya dalam Dien yang megah ini. Beliau seorang wanita berusia 45 tahun. Sungguh ia dilimpahi hidayah Allah Yang Maha Pemurah. Sebuah kisah lain tentang kasih sayang Allah yang Dzahir kepada orang yang ingin dan sungguh-sungguh mau kembali dalam dekapan taubatannasuha. Tentu saja lengkap dengan bumbu-bumbu seru, berupa rintangan dan tantangan antara hidup dan mati. Tokoh ini kemudian saya beri nama Nesha Sulistiya.
Selain dua tokoh mengagumkan di atas, kisah nyata ini juga memperlihatkan kepada kita “betapa” kejahatan Jin Kafir dan juga cara menaklukannya dengan Ayat Ayat Al Qur’an yang kemudian disebut metode Ruqiyyah Jarak Jauh atau “Distance Quranic Healing” yang dilakukan via gelombang suara di telpon yang melipat jarak Indonesia – Saudi Arabia. Kisah mencengangkan yang juga melibatkan 20 Mutawa (Ustad) Al Masjid Al Haram Makah dan Malaikat Rahmat yang turun dari langit sebagai duta tuhan demi mendzahirkan Kemualiaan Al Dzalaali wal Ikraam.
Khusus, untuk para peneliti Ruqiyah Ilmiyah diseluruh Negeri Indonesia dan Negeri-Negeri Jiran, wabilkhusus untuk para peneliti kisah-kisah nyata eklusive penggugah jiwa, semua tokoh yang terlibat dalam kisah ini; termasuk saya sendiri, selaku pelaku dan penulisnya, siap dan bersedia diteliti kebenaran beserta bukti hidup dan bukti digital berupa handphone, sambungan internet dan laptop yang saya pakai saat ini.
Kisah ini menjadi lebih istimewa, dengan kesaksian sekaligus keterlibatan para peruqiyah Masjidil Haram yang dipinpin Syaikh Mahmud Abdul Ghofur al Khohtoni (semoga Allah merahmati beliau) dan 2 keajaiban yang turun dari Allah Subhannahu wa Ta’ala di malam 4 Jully 2012 yang bertepatan dengan Nisfu Sya’ban di Al Haram Makkah dan turunnya Malaikat Rahamah 16 July 2012 di sebuah Kamar di Makkah Al Muakaramah.
Demi Allah, kisah ini adalah teladan untuk semua hamba Allah dalam semua level Iman. Insya Allah menjadi pengokoh ketauhidan dan membuat kita berfikir ulang tentang kokohnya janji Iblis untuk menjerumuskan seluruh manusia kedalam neraka Jahim. Insya Allah, mengetengahkan kisah rahasia tersembunyi pemusnahan jin-jin pembangkang dengan Ayat-Ayat dan Asma Allah.
Baiklah, sebelumnya saya ingin berpesan kepada semua pembaca. Lebih tepatnya sebuah peringatan, untuk siapa saja yang saat ini menyadari dirinya tengah dalam cengkraman/gangguan jin silahkan untuk menghentikan membaca sebelum terjadi reaksi. Atau segera baca Ta’awudz dan Syahadattain untuk meminta perlindungan kepada Allah dan lanjutkan baca hingga selesai.
Setelah itu saya memohon maaf jika ada ketidaknyamanan dalam penyampaian bahasa dan nama yang mungkin anda kenal sebelumnya. Untuk menjaga keaslian cerita dan ciri khas masing-masing tokoh, saya menuliskan ulang, lebih tepatnya melakukan Copy-Paste dari email masuk atau inbox/pesan di facebook saya ke draft tulisan ini. Tentunya dengan melakukan perubahan tata bahasa dan kaidah penulisan untuk kenyamanan penikmat tulisan agar tulisan ini layak disebut tulisan.
SALAM TAUHID!
Cerita bermula dari ibox atau pesan di facebook dari seorang ahwat yang tidak saya kenal sama sekali 18 Juni lalu. “Assalamualaikum.”, katanya di ruang pesan. “Maaf boleh nanya, apa benar ini ustad pengarang buku rehab hati? Saya temen kerjanya teteh Aisyah” katanya lagi.
“Wa alaikumsalam warohmatullah.. benar saudariku, silahkan”.  Jawab saya seperti biasa setelah beberapa jam kemudian, 2 bulan terakhir saya memang disibukan dengan rutinitas baru untuk ikut serta mensukseskan buku perdana saya yang terbit 10 Juni 2012 kemarin.
June 18: Nesha Sulistiya
Alhamdulilah, ustad.. Apa seseorang yang telah melakukan dosa besar, maaf, seperti misalnya telah mendzolimi temennya secara halus apa Tuhan masih memaafkannya?
June 18: Nuruddin Al Indunissy
Minta maaf dahulu sama yang bersangkutan, lalu taubat.
Jika dimintai ganti rugi oleh seseorang tersebut, maka penuhilah.
June 18: Nesha Sulistiya
Tidak mungkin jika saya harus jujur ustad, karena apa yang saya lakukan itu sangat sadis. Dulu saya melakukanya karena sakit hati pada dia, Aisyah tidak mau membantu meminjamkan uangnya untuk operasi anak saya saat ia sakit. Hingga akhirnya anakku meninggal. Dia berdalih, uang gajinya udah di kirim ke adiknya di Bandung. Saya tidak percaya, dan disitulah nafsu meliputi, saya ingin membalas dendam..
Hampir selama satu tahun ini, saya memasukan ramuan racun sedikit demi sedikit pada teh atau jus yang dia minum tanpa dia ketahui. Bahkan bulan kemarin, ketika mendengar ia pingsan dan kena penyakit yang mematikan aku tersenyum bahagia. Hatiku berkata, “Manjur juga ramuan itu”.
Tapi dibalik semua itu, ada rasa sedih ketika aku melihatnya terus-menerus sholat malam dan berdo’a hampir tidak tidur sepanjang malam. Aku aneh, dia koq tak patah semangat bahkan tambah semangat.
Pernah aku nasehatin; “Udah kamu pulang aja, dan berobat di rumah”. Dan jawaban Aisyah singkat, katanya; “Aku tak takut mati mba, asalkan aku dalam keadaan khusnul hotimah, aku tak mau pulang karena masih punya amanat”. Jujur aku sendiri benar-benar gak tau apa isi amanat itu.
“Ini taqdir saya mba, dan aku percaya do’a bisa merubah taqdir”. Katanya lagi membuat hatiku tergetar hebat, dengan kata sederhana itu aku yang selama dua tahun ini gak pernah pegang Al Qu’ran dan Sholat pun jarang-jarang… koq merasa tersentuh? Mungkin akulah yang di sebut musuh dalam selimut, ustad..?
[Saya terkejut sejadinya, karena beberapa hari kemarin saya mendengar khabar bahwa Aisyah yang saya kenal itu memang sakit. Kabarnya bahkan koma beberapa hari. Lebih terkejut lagi tentang kedatangan wanita ini, yang dengan tiba-tiba membeberkan rahasia besar yang akan membahayakan jiwanya]
June 18: Nuruddin Al Indunissy
Minta maaf saja, karena ALLAH tidak akan pernah memaafkan dosa seorang hamba sebelum urusannya dengan yang bersangkutan diselesaikan. Jika dia tidak memaafkan setelah meminta maaf, maka ALLAH yang akan memaafkannya insya Allah. Meminta maaf itu sebuah konsekuensi, ingat ALLAH masih menyayangimu dengan cara ini. Allah masih menyayangimu dengan melembutkan hatimu saat ini, maka berterimakasihlah sebelum hati itu keras kembali. Mulailah jujur dan minta maaf, itu saja. Tidak ada cara lain.
June 18: Nesha Sulistiya
Wah.. gak kebayang betapa marahnya dia bila aku jujur?
Aku takut dia membenciku, apa tak ada cara lain selain minta maaf langsung sama dia. Misalnya, mungkinkah jika saya bilang ke salah satu keluarganya biar merayunya tuk memaafkan aku? Ini nyawa taruhanya ustad.
June 18
Nuruddin Al Indunissy
Antum ini, apalah arti nilai dari manusia? Dibenci manusia itu biasa nanti juga ia lupa sendiri dengan urusannya, tapi dibenci sama ALLAH yang Maha Mengurusi segala sesuatu?
Korban antum ini sebenarnya siapa? Aisyah Nursyifa itu itu bukan? Insya Allah ana bantu untuk meminta maaf.
June 18: Nesha Sulistiya
Iya dia Aisyah Nursyifa. Kok bisa, emang ustad kenal sama dia?
Iyah, aku kenal nama ustad dari Aisyah. Biasanya kalo kami lagi kumpul dia suka membacakan status facebook atau tulisan ustad. Kadang ia memperdengarkan rekaman suara ustad, beberapa teman memang ada yang kagum dan langsung pesan bukunya, tapi biasanya aku cuek aja.
June 18
Nuruddin Al Indunissy
Saya hanya kenal dia di facebook juga koq.
Antum tidak bisa bilang cuek lagi saat ini bukan?
[Jawab saya, sedikit menguji. Meski sedikit gerah dengan panggilan ustad itu]
June 18: Nesha Sulistiya
Jangan bilang begitu ustadz, iya aku tertarik beli buku karangan ustad. Mudah-mudahan dengan membaca buku itu saya yang males ibadah ini jadi semanget. Apalagi umur saya udah kepala 4, bila ustad memang bisa bantu tolong bantu saya, karena bila sudah berhadapan dengannya aku tak sanggup memandang wajahnya yang mulai pucat. Dan ini, 100 % kesalahan saya. Aku di siksa lahir bathin ustad.
June 18: Nuruddin Al Indunissy
Tau ga agar siksaan bathin itu sembuh?
Dan siksaan yang antum (anda) alami ini baru tahap dunia saja.
Di akhirat nanti bisa berjuta-juta kali lipat! Jika di dunia mungkin hanya beberapa tahun saja, di akhirat kelak bisa berjuta-juta tahun? Dan hari ini adalah kesempatan, sebelum masa usiamu habis, segera minta maaf. Biar saya bantu untuk memulainya.
June 18: Nesha Sulistiya
Ya Alloh ustad bener-bener mengerikan bila mendengar kata akhirat.
Saya dihantui rasa takut gugup dan gemetar tak mampu untuk mengatakan apa-apa. Aku harus segera minta maaf, dan tolong ustad segera mulai yah. Agar dia tidak terkejut setelah ana jujur semua. IngsaAlloh hari ini bila dia bangun nanti, mohon bantuan serta doanya supaya dia gak emosi dan memaafkan aku.
June 18: Nuruddin Al Indunissy
Baik, ana mulai sekarang ya. Dan antum siap siap tunggu intruksi
June 18: Nesha Sulistiya
Terimakasih ustad yah, saya setia menunggu.
June 18: Nuruddin Al Indunissy
Semoga pertolongan ALLAH turun. Berdo’alah.
June 18: Nesha Sulistiya
Aamiin. Ustad, Subhanalloh.. baru ku rasakan sentuhan bathin seperti ini. Jujur aku sering tidak solat subuh, yang lainnya juga belang-betong. Barusan Aisyah kekamarku pamitan minta do’a mau ke dokter untuk kontrol. Ketika ia mencium tanganku dan keningku aku malah gak kuat mengatakan apa-apa. Berat bibir ini tuk mengatakan maaf, saking dosa nya saya ini ustad?
[Jujur mata ini mulai berkaca-kaca, ingin rasanya segera menghakimi dan mencemoohnya. Namun tentu saja, ini akan mengacaukannya atau bahkan mengubah niatnya].
June 18: Nuruddin Al Indunissy
Sekarang fikirkan jika ALLAH mencabut nyawamu duluan, sebelum sempat minta maaf. Fikirkan ya, semoga antum mau minta maaf. Secepatnya.
*** ***
“Saat hati itu melembut, geletar jiwa itu perlahan menenang. Jika hati itu tetap keras, maka dunia ini memang keras. No other way, dear..” NAI
*** ***
June 18: Nesha Sulistiya
Iya ustad saya akan segera minta maap kepadanya. Tapi dari mana saya memulai perkataannya?
June 18: Nuruddin Al Indunissy
Sebentar..
***&***
Aku menarik nafas, dan menggeser mouse ditangan kananku. Mengetik nama yang tidak asing lagi dibenakku, ia adalah salah satu warga atau anggota di komunitas Kampung NAI, sebuah forum silaturahim “sahabat NAI”. Sosok penuh kesabaran dan bersikeras belajar tentang pengokohan tauhid diantara keterbatasan waktunya.
Subhanallah! wanita yang terdzalimi, apa yang harus kukatakan padanya?
Akhirnya, pesan mulai kukirim dengan penuh pengharapan semoga Allah melembutkan hatinya dan mau memaafkan, berharap menjadi penyebab turunnya keridho’an Allah untuk kesembuhannya.
June 18: Nuruddin Al Indunissy
Teteh, seandainya..Teteh meninggalkan dunia ini dengan khusnul khatimah, Dan itu harus dibayar oleh sesuatu. Kira-kira mau atau tidak membayar hal itu meski sangat MAHAL?
June 18: Aisyah Nursyifa
Tentu saja mau bila saya sanggup dan mampu untuk membayarnya. Pertanyaan kang NAI ini aneh?
June 18: Nuruddin Al Indunissy
Bagaimana menurutmu jika tidak harus bayar apapun, hanya memaafkan dengan sempurna? Maukah?
June 18: Aisyah Nursyifa
Tentu mau. Tiada kesalahan seberat apa pun, yang orang lakukan padaku dan aku insya Allah memaafkannya. Yang aku takutkan adalah orang lain yang tak memaafkan kesalahanku.
[“Allahuakbar”. Tak sengaja bibirku bertakbir, dengan kalimat ke dua darinya yang indah. Lalu kubalas pesannya lagi]
June 18: Nuruddin Al Indunissy
Jika sakit antum ini karena guna-guna seseorang. Dan ia tidak bisa menyembuhkanmu. Lalu dia minta maaf…Apa antum menerimanya?
Ana BERHARAP dan BERDO’A, jika antum mampu memaafkannya; Semoga ALLAH memaafkan seluruh dosamu. Dan mengubah orang yang mengguna-gunaimu tadi menjadi orang baik dan sempurna imannya. Setelah itu ana berharap semoga keridhaan ALLAH turun karena kebaikanmu memaafkannya. Apapun hasilnya.
June 18: Aisyah Nursyifa
Astaghfirullohal adzim… Kang NAI, penyakit saya ini murni pemberianya yang sangat istimewa. Aku tidak mau su’udzon pada orang akhi. Dan jika itu memang benar, tentu aku memaapkanya dengan sepenuh hati. Justru kagum pada kejujurannya. Dan seingatku, aku tak punya musuh. Masa ada orang kayak gitu?
Aamiin ya robbal alamiin..
Andaikan ada semoga orang itu cepat sadar atas apa yang di perbuatnya
[Allah kareem... Aku benar-benar keheranan dan bersyukur bisa diperkenankan untuk melihat hati semualia ini. Aku semakin bersemangat untuk mempengaruhinya dalam membuktikan perkataannya”.]
June 18: Nuruddin Al Indunissy
Insya Allah sebentar lagi beliau datang kepadamu dengan takut dan air mata, beliau juga sudah memesan buku Rehab Hati karena ingin berubah. Tolong disambut ya, saudariku. Semoga menjadi penyempurna kebaikanmu.
June 18: Aisyah Nursyifa
Aduh saya harus nyambut siapa?
Di sini saya hidup sendirian, hanya ada Abuya dan Ummi juga anggota keluarganya, masa sih dari mereka ada yg menguna gunai saya. Terus, ada juga yang memesan buku itu mah temen atau pembantu saudara majikanku.
June 18: Nuruddin Al Indunissy
Anggap saja ini ujian terbesarmu, saudariku.
Dan ana yakin engkau bisa melewatinya. Memaafkan itu perbuatan yang sangat mulia. Semoga para malaikat dilangit mengaminkan do’a kami untuk kesembuhanmu atau kebaikanmu diakhirat seiring dengan indah dan mulianya ahlaq yang engkau lakukan dihadapan nanti.
*** ***
“Salah satu pelarian terindah dan penuh berkah dari semua kelelahan dan keletihan adalah dengan memaafkan, memaafkan dengan sempurna. Tidak sulit jika kita mau merebah sedikit saja, merebah dan merendah, merunduk dan mengakui bahwa Allah-lah Dzat Yang Maha Tinggi”. NAI
*** ***
June 18: Aisyah Nursyifa
Aamiin ya robbal alamiin. Hatur nuhun kana do’anya, insyaAlloh saya akan berusaha mellewati ujian ini. Walau masih masih bertanya-tanya dalam hati, ada apa yang terjadi kok sampai kang NAI membahas sejauh ini?
***&***
Allahuakbar!
Seakan tidak percaya, celah itu segera kulihat jelas!
June 18: Nuruddin Al Indunissy
Ukhti Nesha Allah telah menolongmu, beliau berkata begini:
“Penyakit saya murni pemberian-Nya yang sangat istimewa, saya tidak mau suudzon pada orang akhi. Dan jika itu memang benar,tentu aku memaapkanya dgn sepenuh hati justru kagum pada kejujuran nya.Yang saya ingat saya tak punya musuh..”
Lalu ana bilang sebentar lagi ada seseorang datang kepadamu, dan sambutlah sebagai ladang pahalamu. Secepatnya datangi dia ya.
June 18: Nesha Sulistiya
Ustad apa benar itu perkataannya?
Ya Alloh anak bocah kemarin sore tapi iman nya mantep betul?
Iya ustad saya akan datangi dia setelah pulang dari dokter. Benar benar detik-detik menegangkan ustad.
June 18: Nuruddin Al Indunissy
Benar, semoga rahmat ALLAH bersamamu.
[dia baru balas 6 jam kemudian]
June 18: Nesha Sulistiya
Amiin, trimakasih ustad telah membantu menyirnakan kegelisahan yang dari dulu aku tahan. Jangan lupa bukunya pesen yah biar keimananku bisa membaik. Bila semuanya sudah berjalan sesuai rencana. Aku kabari ustad dan minta tolong kembali. Bolehkah?
June 18: Nuruddin Al Indunissy
Sudah minta maaf apa belum?
June 18: Nesha Sulistiya
Ustad setengah jam lalu aku datang menemuinya dan mengatakan semua dari pertama.
Sambil kupegang tangannya, dia sangat shock dan tersenyum tapi menangis. Dia tak banyak ngomong ustad cuma berkata; “Yang sudah terjadi lupakanlah dan minta maaplah sama Alloh”. Tapi selepas itu dia langsung masuk kamar dan nangis, saya jadi bingung ustad?
June 19: Nuruddin Al Indunissy
Alhamdulillah.. Bantu dia untuk sembuh, semaksimal mungkin ya.
[Hanya itu yang bisa kutulis siang itu, sebenarnya air mataku hampir menetas. Namun aktifitasku mulai saling bertabrakan. Jujur hampir tidak bisa melayani konsultasi di email seperti ini, karena sebenarnya telah dibuka Konsultasi Rehab Hati yang telah dijadwalkan setiap malam. Aktifitas baruku – dengan team Rehab Hati untuk mendistribusikan 300 buku yang diambil dari penerbit – sebagai lahan untuk berjihad itu semakin menyeretku. Konsentrasi semakin tidak fokus dengan mepetnya rencana seminar Rehab Hati Internasional yang akan segera dilaksanakan di Indonesia dan Hongkong dalam waktu dekat, saat itu. Jujur kegiatan mengonsep sebuah seminar adalah hal yang benar-benar baru dan tidak bisa dilakukan semudah menulis kisah ini. Seakan saya ingin berkata, “Tolong.. aku sibuk saudariku, jangan curhat di inbox, please.. tahukah kamu, badai yang kuhadapi pun semakin dahyat, badai itu mulai menyerangku dari dalam tubuh team. Aku hampir saja runtuh, bantulah aku dengan tidak menggangguku”. Namun kutahan kata kata itu, melihat keindahan kisah yang kulihat dihadapan]
June 19: Nesha Sulistiya
Caranya ustad gimana? Do’a ku mana mungkin di qobul Tuhan.
Emang sih agak lega, tapi kalau Aisyah mengurung diri terus di kamar tak keluar membuat aku khawatir.
June 19: Nuruddin Al Indunissy
Biarkan aja dulu, dan perhatikan dia baik-baik selepas ia keluar. Tunjukan padanya bahwa antum BERUBAH.
June 19: Nesha Sulistiya
Ustad dia seperti biasa aja menyapa dan mau di ajak ngobrol. Sikapnya seakan tak terjadi apa-apa. Malah aku yang merasa berdosa pas aku bilang sama dia; “Aku pesen Buku Rehab Hatinya yah?” dan katanya “Untuk mba, udah di beliin tinggaal nunggu pengiriman ke Saudi”.
June 19: Nuruddin Al Indunissy
Benar kan apa yang saya katakan?
Rahmat ALLAH itu lebih luas dari jagat raya ini. Sekarang saatnya bersungguh-sungguh taubat dan memperbaiki diri. Berharaplah dengan pengharapan yang tinggi atas ampunan ALLAH, karena sungguh ALLAH itu Rabb yang Maha Pengampun.
June 19: Nesha Sulistiya
Ustad, jujur aku nol masalah agama. Apa rahmat dan hidayah bisa di dapat untukku?
Selama ini, aku gak tau kenapa, gak pernah mau kalau di ajak Umroh. Dan sebenarnya Aisyah ini korban ke dua saya, tapi anehnya kok dia masih bernapas sampai sekarang. Padahal korban pertama saya di madura, dulu hanya beberpa bulan aja dagingnya sudah busuk. Tapi ini mah cuma kangker darah, padahal yang ku masukan ramuan yang sama?
June 19: Nuruddin Al Indunissy
Innalillahi.. Cepatlah umrah, temui Baitullah.. Dan minta ampun! Saat ini HIDAYAH telah turun bersamamu, makanya hatimu lembut saudariku. Ketahuilah BENTENG Aisyah itu ALLAH YANG MAHA GAGAH yang mampu melakukan apapun. Jangankan hanya satu manusia, 6 Milyard manusia di dunia ini bisa diangkat nyawanya dan bumi ini di musnahkan dalam sepersekian detik, itu namanya kiamat.. nanti.
June 19: Nesha Sulistiya
Tapi aku pergi gak tau harus baca apa?
Ustad, dihatiku ada perasaan menyesal, dan sepertinya hatiku telah membatu. Aku sering melihat aisyah, meski dalam keadaan di rawat waktu solat tak pernah tertinggal. Aku pernah ngomong sama dia; “Udah sholat mah nanti aja kalau sembuh, dia bilang; “Mba tiada lagi kesempatan, detik ini, kesempatan ini harus digunakan. Mumpung masih hidup, kalau mati mah kita yang di sholatkan”. Padahal dari mata dan hidungnya saat itu keluar darah, sejak itulah aku merasa iri padanya.
June 19: Nuruddin Al Indunissy
Umrah itu mudah koq, insya Allah disana hati LULUH. Saya jamin! Beli saja buku panduan hanya 5 Real koq.
June 19: Nesha Sulistiya
Saya pernah pergi kesana, tapi hanya berdiri di luar dan gak berani masuk. Aku dihantui ketakutan yang menderu-deru. Karena aku pernah dengar, di Masjidil Haram itu siksa akan hadir nyata.
June 20: Nuruddin Al Indunissy
Pergilah dan niatilah untuk taubat, saudariku. Jika seorang yang pergi untuk taubat ke suatu tempat, dan dia meninggal dalam perjanan sebelum ia taubat maka sesungguhnya ALLAH telah mengampuninya.
Dan jika saja ini adalah pesan terakhir saya, lalu setelah ini seandainya saya mati dan sebelum sempat membimbingmu lagi, maka ingatlah; “Keinginan untuk bertaubat itu adalah HIDAYAH dari Allah yang harus disambut dan di syukuri, maka lakukanlah sebelum benar-benar terlambat”.
June 20: Nesha Sulistiya
Iyah ingsaAlloh aku akan pergi. Ustad, Aisyah ngomong; “Kenapa gak membunuh aku saja sekaligus.. kenapa harus berangsur-angsur?”. Bahkan dia minta sisa ramuan itu? Aku kaget dan bilang buat apa? Dia juga bilang; “Mba tau kalau penyakit kambuh sungguh gak tahan”, katanya sambil menangis di pelukanku. Ustad berarti dia belum memaapkan ku yah?”
June 20: Nesha Sulistiya
Ustad tau ga, korban pertamaku adalah ibu mertuaku sendiri.
June 20: Nuruddin Al Indunissy
Innalillahi.. Sampaikan PESAN dari saya ke Aisyah secepatnya.
“Jika teteh minum sisa ramuan itu, sama artinya teteh bunuh diri dan hukumannya di neraka meminum racun itu dengan pelan-pelan untuk SELAMANYA. Dan jangan minta mati karena itu sangat batil dan termasuk KUFUR, mintalah dengan do’a yang baik dan beradablah sama ALLAH”.
[Demi Allah, hatiku mulai pedih mendengarnya sehingga aku menyampaikan hadits itu demikian kasarnya. Sebenarnya hatiku ingin menulis untuk Aisyah seperti yang kutulis di status facebook 18 juni 2012]:
*** ***
“Saudariku, jangan bersusah payah berdo’a untuk merubah takdir, tapi berdo’alah agar hatimu ridha dengan takdir-Nya, lalu bersahabatlah dengannya dalam setiap helaan nafasmu agar DIA ridha kepadamu. Sungguh kebahagiaan itu bukan usia yang panjang, tapi ketenangan jiwa dari hati yang ridha. Apapun itu. Dimanapun kakimu berpijak dan jadi apapun dirimu”. NAI
*** ***
June 20: Nuruddin Al Indunissy
Teteh, insya Allah dia memaafkanmu. Hanya saja dia sangat kesakitan atas PERBUATANMU.
[intonasiku mulai meninggi]
Dan ingat, jika dia mati bunuh diri artinya dia masuk neraka selamanya. Dan itu tanggungjawabmu juga (karena dosa orang yang kamu bunuh ditanggung oleh kamu) makanya cepat ke Baitullah sebelum kamu meninggal tanpa pernah taubat. Paham ga?
June 20: Nesha Sulistiya
Yah cuma penyesalan yang tersisa andai bisa di ganti dengan nyawaku, aku ikhlas ustad.
June 20: Nuruddin Al Indunissy
Kamu tau Anti Racun itu atau engga? Cepat cari di madura dan kirim ke Saudi, keluarga di bandung bisa bantu pengiriman insya Allah.
June 20: Nesha Sulistiya
Ada sih, semacam serbuk juga dan bisa di dapat di madura, di nenek dukun.
June 20: Nuruddin Al Indunissy
Upayakan hingga serbuk itu didapatkan. SECEPATNYA, USAHAKAN, semoga itu menjadi penyebab turunnya ampunan ALLAH untukmu.
June 20: Nesha Sulistiya
Iyah ustad aku usahakan walau belum tau bisa didapat apa engga.
Aku kan nyuruh anaku tuk mengusahakannya. Amien semoga Tuhan mengampuniku.
June 20: Nuruddin Al Indunissy
secepatnya. sebisa mungkin.
June 20:Nesha Sulistiya
Ustad kata anaku kata nenek itu, serbuk nya memang ada. Tapi harus di bayar mahal. Nenek itu minta bayaran mahal. Dan lagi katanya lagi, bulan depan bisa di kirim.
June 20: Nesha Sulistiya
Ustad boleh tanya? Ilmu apa dulu yang harus saya pelajari untuk belajar Islam.
Kemarin menanyakan ke Aisyah, katanya semua ilmu wajib di pelajari, tapi yg paling pokok itu ilmu Tauhid, dan katanya lagi; “Ingat semua ilmu itu saling berhubungan”. Saya yang tua ini makin gak paham ustad? Lagian dia ngajarnya bentar-bentar karena kondisinya yang terus melemah.
June 22: Nuruddin Al Indunissy
Ilmu Tauhid itu sederhananya ilmu tentang pengokohan iman atau KEYAKINAN kita tentang adanya ALLAH dan kekuasaanya, sehingga kita hanya bersandar kepada-Nya. Ilmu ini insya Allah ilmu yang akan membentengi kita dari Syirik, kata syirik adalah kata paling berat di hari hisab nanti, kata yang menentukan manusia diterima atau tidaknya di akhirat kelak.
June 22: Nesha Sulistiya
Ketikan ustad membuatmu merinding. Apakah aku yang berlumur dosa itu akan diterima di akhirat ustad?
June 22: Nuruddin Al Indunissy
Insya ALLAH. Dan, taubat adalah hanyas satu-satunya pintu. Ingat, jika kita berusaha mendekat kepada ALLAH, maka DIA akan lebih dekat lagi.
Anti racunnya sudah dikirim?
June 22: Nesha Sulistiya
Itu dia masalahnya, anak dan menantuku sudah muter-muter nyari obat itu gak ketemu juga, alamat rumah nenek itu sudah gak ada, sepertinya ia sudah meninggal. Dan aku tidak berani ngomong pada Aisyah, karena aku masih ingat saat aku mengatakan ada obatnya dia begitu bahagia dan bersujud di lantai.
June 22: Nuruddin Al Indunissy
Terus cari cara.
June 22: Nesha Sulistiya
Ustad, itu obat buatan hasil kumpul beberapa jenis.
Jika yang membuatnya sudah mati gimana caranya?
Ustad jangan memaksa saya seperti ini.
June 22: Nuruddin Al Indunissy
Saya tidak memaksa, itu adalah sebuah tantangan untukmu. Untuk orang yang ingin kembali. Di dunia ini ALLAH masih memberi kesempatan kepadamu untuk berusaha. Tapi di Akhirat kelak TIDAK ADA CELAH UNTUK USAHA LAGI karena kita tidak bisa balik ke dunia ini lagi.
June 22: Nesha Sulistiya
Terus kalau seandainya saya sudah bersusah payah nyari sana sini tetep gak ketemu. Gimana?
[Saya tidak menjawabnya. Saya membiarkan dia berfikir, input yang saya suntik. Dan beberapa menit kemudian dia menjawab yakin]
June 22: Nesha Sulistiya
Oke saya usahakan selama saya ada napas!
June 22: Nuruddin Al Indunissy
Nah, seperti itu.
June 22: Nesha Sulistiya
Ustad saya mau minta solusi lagi?
June 22
Nuruddin Al Indunissy
Bisa telpn saya ga? Saya lagi sibuk banget. Gak bisa inboxan terus. 0813 1124 8703 atau yang XL.
June 23: Nesha Sulistiya
Nomor Hp itu saya sudah punya, Aisyah yang kasih.
Dia juga nyuruh telpon. Tapi saya belum berani, saya takut mendengar suara ustad.
June 23: Nuruddin Al Indunissy
Masha Allah! Saya hanya orang biasa mba, juga bukan ustad.
Masih sangat banyak dosa, lagian masih anak kecil. Usia saya jauh dibawah mba. Jadi ga usah ragu, mudah mudahan ada manfaatnya.
Oh iya, begini aja, saya beri waktu 2 hari untuk berfikir dan berusaha tentang ANTI RACUN tersebut. Jika tidak ada, maka hubungi saya. Mudah mudahan ALLAH mengizinkan, kita buat keajaiban. Asal mba mau menuruti arahan saya.
*** ***
“Tauhid yang Kokoh & Disiplan Iman adalah modal Sejati bagi seorang Mukmin. Selanjutnya hanya ada dua pilihan, Melangkah dan Menciptakan Keajaiban atau terus Diam”.
*** ***
June 23: Nesha Sulistiya
2 hari? Secepat itu, gak mungkin ustad?
Saya tau suara ustad di HP Aisyah yang bercerita tentang Madinah itu, wajah ustad juga sudah liat di vidionya. Ustad ini seumuran anak bungsu saya, memang ustad mau buat keajaiban apa? Iya pasti saya turuti.
June 23: Nuruddin Al Indunissy
Hhh.. dibilang jangan panggil ustad.
Bukan saya yang buat keajaiban, tapi ALLAH. Insya Allah siapapun bisa, rahasianya hanya YAKIN, IMAN, TAUHID. Yakin bahwa ALLAH yang memegang kekuasaan atas segalanya. Iman bahwa ALLAH yang menggerakkan setiap kedipan mata yg sering kita lupa. Tauhid bahwa ALLAH itu satu dan satu satunya ILLAH yang wajib disembah. TITIK. Dan tak ada yang lain.
June 23: Nesha Sulistiya
Umur ku hampir 45 tahun ustad. Dan jujur selama ini saya gak belajar apa itu agama sesungguhnya.
June 23: Nuruddin Al Indunissy
Jika mba telah YAKIN ALLAH maha mampu untuk menjadikan keajaiban ini, dan mba mengokohkan ketahuidan itu maka di makah Al mukaramah ada obat itu. Dan mba bisa mengambilnya dalam waktu kurang dari 1 hari. Ingat! Jangan percaya sama saya tapi percaya ALLAH mampu melakukannya, maka atas izin ALLAH mba bisa menyembuhkan dan menciptakan keajaiban dengan kehendak ALLAH, asal mba benar-benar dalam kondisi taubat yang sebenar-benarnya.
Dan jika keajaiban ini terjadi atas izin Allah, maka saya akan menulisnya menjadi kisah besar di buku ke 2 saya. Dan itu sebagai tanda, bahwa ALLAH menerima taubat mba insya Allah. Syaratnya mba BENAR BENAR INGIN BERUBAH KARENA TAKUT SAMA ALLAH dan ingin berjalan menuju keridhaan dan syurga-Nya.
June 23: Nesha Sulistiya
Ya Alloh sungguh aku menangis ustad.
Aku akan berusaha, ingsalloh tuk pergi. Ustad mau nulis cerita ini? Sebaiknya jangan ustad gimana kalau seandai nya Aisyah tidak mau?
Oh iya, ada rahasia yang saya dengar sekilas dari obrolan Abuya. Tapi semua ini sangat dirahasiakan dari Aisyah. Penyakitnya merembet setelah hasil kemarin. Ujung kematiannya pun mungkin tinggal menunggu hari. Abuya pun kebingungan tuk memulangkannya karena takut di salahkan sama pihak PT. Dan dengan itu saya semakin berdosa.
June 23: Nuruddin Al Indunissy
Besok antum pergi UMRAH. Bawa satu botol mineral kosong yang bersih.
June 23: Nesha Sulistiya
Maksud ustad air zam-zam? Kenapa harus ke haram?
Kami di rumah setiap hari minum air itu. Cuma jujur, saya tidak suka air itu.
Ustad… Lihat aisyah lagi uring-uringan nahan sakit.
Biasanya jika sakit gitu, ia akan disuntik obat penenang sama dokter, dan tidur pulas. Dan 3 jam kemudian ia akan kambuh lagi, karena obat penenang itu itu hanya tahan 3 jam setelah itu Aisyah akan kesakitan lagi.
June 23: Nuruddin Al Indunissy
Jika antum PERCAYA keajaiban yang ana lihat dihadapan, COBA IKUTI:
1. Pergi Umrah, dan selesaikan umrah hingga selesai.
2. Bawa botol air mineral kosong dan isi dengan air zamzam langsung dari kerannya.
3. Doakanlah air itu dengan membaca Al Fatihah. Caranya, bacakan Al Fatihah dengan benar dan bacakan do’a: “Ya Allah.. demi Al Qur’an yang mulia, yang bisa menjadi penawar rasa sakit. Jadikanlah air ini penawar racun dalam tubuh Aishah Nursyifa binti fulan. Berikanlah ya Allah, kesembuhan yang tidak meninggalkan bekas” Lalu tiupkanlah ke air.
4. Pulang bawa air itu dan katakan ke Aisyah; “INSYA ALLAH AIR INI, ADALAH ANTI RACUN UNTUKMU”. Anti racun yang ampuh dari Allah.
5. Baca bismillah, dan minumkan!
Dan lihatlah keajaibannya beberapa menit kemudian. Jika ALLAH memberi kesembuhan melalui zamzam itu, insya ALLAH saat itu ALLAH sedang mengampunimu atas usahamu. Dan bertaubatlah dengan sesungguhnya.
JIKA DALAM PERJALANAN TAUBAT INI, ENGKAU MATI maka insya Allah, ampunan menyertai kepergian ruhmu dari dunia ini. Dan jika ia sembuh melalui perantaramu, sungguh itu adalah keajaiban besar yang akan mengubah hidupmu kedepan.
Ana yakin KEINGINANMU untuk menyembuhkannya dan juga ketahuidan Aisyah akan membuatnya SEMBUH TOTAL DENGAN IZIN ALLAH.
June 23: Nesha Sulistiya
Ia ingsaAlloh secepatnya aku akan minta izin dianter pergi umroh. Walau agak deg-degan, karena ini hal pertama yang kulakukan.
Owh ia, Aisyah lagi uring-uringan lagi. Tapi saya tak bisa menemaninya karena jaga anak-anak. Kalau bisa tolong bacakan do’a untuknya ustad. Telepon dia sekarang mba yaqin do’a ustad akan menenangkannya.
June 23: Nuruddin Al Indunissy
Lakukan yang kusarankan tadi dengan sungguh-sungguh. Hari ini saya lagi kotor, badan juga lagi tidak stabil. Mudah mudahan, ALLAH akan mengabul do’amu juga karena kedekatanmu dengan-Nya saat ini. Do’a orang yang sedang berada dalam taubah, insya ALLAH mustajab. Bisa baca Al fatihah kan? Jika tidak bisa, baca basmallah saja, artinya “DENGAN MENYEBUT NAMA ALLAH”
June 23: Nesha Sulistiya
Maksud tujuan ustad saya baca patihah atau bismilah untuk apa?
June 23: Nuruddin Al Indunissy
Jika antum yang baca do’a itu, maka insya ALLAH dikabulkan. Karena mba sedang dalam keadaan taubat saat ini, dan orang bertaubat itu disayang ALLAH…
June 23: Nesha Sulistiya
Yah jika taubatnya sudah bener mantap. Saya baru saja ada keinginan.
Rasanya kalau fatihah saja gak perlu saya baca, karena saya lihat dalam setiap bernapas dia mengucapkan syahadat atau istighfar. Kalau lagi tenang dia buru-buru dzikir atau ngaji Al Qur’an. Jadi saya yakin dia akan sembuh dengan sendirinya. Mudah mudahan. Cuma kasian aja 3 hari ini gk masuk makan, obat juga sudah jarang di minum.
***&***
3 Hari Sebelumnya,
Di layar berbeda dan rumah yang sama.
June 19: Aisyah Nursyifa
Ternyata ramalan kang NAI benar…
Tak kusangka tak kuduga orangnya adalah yang ku anggap mba ku sendiri. Yah aku tak menyalahkanya, karena aku sadar dia melakukan ini karena kesalahnku juga, tapi aku penasaran kang NAI tau dari mana soal yang bersangkutan? Sungguh tak ku sangka, Subhanalloh.. ini kejutan ke dua untukku.
June 19: Nuruddin Al Indunissy
Subhanallah! Teh syifa ini memang luar biasa. Atas izin Allah dia tiba tiba datang dan meminta cahaya untuk taubat, awalnya dia menanyakan apakah ana benar penulis buku RH? Dan ana jawab ya seperti biasa.
Lalu dia menceritakan tentang seorang teman yang mendzalimi temannya, dan si temannya hampir meninggal lalu dia ingin bertaubat dan bertanya bagaimana caranya? Ya ana jawab seperti biasa juga. Dan Alhamdulillah Allah menguatkannya untuk meminta maaf ke teteh, meski teramat sulit untuknya.
Salam Bahagia untukmu,
Oh iya teteh, boleh ga ceritanya ana buatkan satu CERITA LUAR BIASA dengan merubah nama Asli dengan tokoh lain untuk menjaga nama teteh? Atau ana buatkan nama asli? Cerita ini sungguh menyentuh teteh..
June 19: Aisyah Nursyifa
Kang NAI bila mu bikin cerita tulis nama asing aja.
June 19: Nuruddin Al Indunissy
Teteh, si mba itu bilang aneh koq teteh masih hidup, padahal korban pertama dia dagingnya BUSUK dalam beberapa bulan dan dia menggunakan racun yang sama. Benar kan keajaiban yang ana bilang?
June 19: Aisyah Nursyifa
Masa ia sih iyah keajaiban yang istimewa?
June 20: Nuruddin Al Indunissy
Keajaiban itu ada pada diri teteh yang kuat dan daging teteh belum busuk seperti korban pertama
June 20: Aisyah Nursyifa
Semoga keajaiban lainya datang menyapaku. Belum, tapi mungkin akan busuk. Kalau lagi sadar yah aku trima dan berusaha sabar semampunya. Tapi di kala kambuh, sakitnya bukan main. Alangkah baik nya aku tidak tau semua ini.
June 20: Nuruddin Al Indunissy
Tetap tegar, saudariku. Insya Allah ada antinya di madura, ana sudah paksa si mba itu untuk cari serbuk anti racun itu. Tetap tegar, tetaplah berprasangka baik sama ALLAH. Semoga semuanya menjadi pelebur dosa, kekuatan prasangka baikmu insya Allah akan membuatkan KEKEBALAN DI TUBUHMU. INSYA ALAH. ALLAHUAKBAR!!
[Aku mulai berpura-pura tegar, padahal hatiku bergeletar.. mendengar kenyataan ini]
June 20: Aisyah Nursyifa
Aamiin ya robbal alamiin..
Kg NAI terimakasih atas suport dan motivasi serta ilmu ketauhidan yang selama ini kudapatkan dari mu. Aku takut tidur tak bangun lagi, jadi, mau minta maap khusus tuk kang NAI dan semua sahabat lain di kampung NAI. Walau aku tak pernah bertemu tapi lihat poto akhi, vidio dan suaranya itu sudah sangat luar biasa. Mohon sampaikan rasa trimakasih saya dan maap saya pada para sesepuh dan guru-guru yang mengajarkan ilmu di kampung Nai. Mohon maap lahir bathin, seandainya tak bisa menyapa di dunia nyata, kita bertemu di akherat nanti. InsyaAlloh Aamiin
June 20: Nuruddin Al Indunissy
SUBHANALLAH! Boleh ana telphone untuk menuntun 2 kalimah Syahadat untukmu?
June 20: Aisyah Nurfyifa
Jangan.. kang NAI pulsanya mahal. Jika nanti aku berkesempatan dan berumur panjang, aku telpon untuk mendengarkan tausiyyah penyejuk jiwa langsung dari kang NAI.
……
Allahurabbuna Kareem..
Jiwaku seperti menggeletar, seakan sakaratul maut menindih dadaku.
Bilakah hamba Allah yang teraniyaya ini pupus usianya dimalam ini? Kegelisahan menyelimutiku malamku, seakan nyawaku yang mau dicabut. Terdengar diluar ayam berkokok menandai malam telah larut.
Dan pagi-pagi seusai shubuh, diantara deretan pesan yang masuk kulihat ada nama Syifa. Bergegas kubuka dengan debaran kuat dan serta senyum mengembang, Allah masih memanjangkan usianya!
……..
June 20: Aisyah Nursyifa
Kang NAI bilang di depanku ada keajaiban kan?
Iyah betul sekali kang, satu-persatu keajaiban itu muncul..
1. Mba Nesha mengatakan semua perbuatanya selama 2 tahun ini.
2. Aku kaget pas dia minta di bangunkan waktu solat subuh, padahal selama ini ia yang paling marah ketika di bangunkan.
3. Ia minta di ajarkan membaca al -qur’an, padahal selama ini nyentuh juga anti.
4. Tiba-tiba dia datang ke abuya minta di antar umroh yg selama ini paling takut ma namanya Ka’bah. Sampai semua penghuni rumah kaget.
5. Dia bilang bahwa penawar racun itu akan segera di kirim, “Pasti kamu sembuh” katanya. MasyaAlloh aku bahagia tersenyum simpu, semua nasehat pepatah kang NAI dapat meluluhkan hatinya yang selama ini keras, dapat membikin dia berubah. Syukron Jazakalloh kang NAI atas semuanya, semoga Alloh membalas kebaikan mu yang berlipat ganda Aamiin
June 20: Nuruddin Al Indunissy
Itu bukan keajaiban yang ana maksud teteh, karena ke 5 hal itu sudah ana ketahui sebelumnya.
Dan catatat, yang meluluhkan hatinya bukan ana. Ingat gak ketika teteh berkata; “Aku tidak takut mati, tapi takut Allah tidak ridho dan tidak khusnul khatimah. Aku percaya do’a bisa mengubah takdir” Kata itulah yang meluluhkannya, sisanya baru ana arahkan dan itu semua KEHENDAK ALLAH, itu adalah hidayah ALLAH yang sedang turun dihatinya.
Bantu dia teteh.
June 20: Aisyah Nursyifa
Subhanalloh kata itu ku ucapkan sepintas saja..
Ketika itu dia menyuruhku untuk pulang ke indonesia, dan keliatannya mba Nesha cuek aja koq. Ia insya Allah kang NAI, aku akan membantunya semampuku. Kadang kalau melihat wajah dan perbuatannya, tiba-tiba saja rasa gak suka itu menghakimi, tapi ku usahakan tetep tersenyum padanya.
*** ***
Saat kita tidak mampu lagi melihat kebaikan dalam diri seseorang,  maka ingatkanlah hati kita tentang ayahnya,  ibunya atau anak anak-nya yang merindukan  kepulangannya dirumah.
Atau ingatlah tentang peranan  yang Allah percayakan kepadanya  untuk ikut serta dalam terjadinya  rangkaian takdir-Nya hari ini.
Karena semua mahluk-Nya  memiliki peranan dalam mendzahirkan  keagungan Asma dan Sifat-Nya  hingga kesemua rangkaian takdir yang rumit itu terjadi
Takdir akan tetap terjadi terlepas engkau ridha atau tidak namun ketahuilah, saat engkau ridha maka ALLAHpun ridha kepadamu dan celah langit terbuka disanalah kemudahan disanalah keindahan disanalah keajaiban
dan keaiban itu begitu dekatnya,
sangat dekat! sedekat jarak
antara engkau dengan-Nya
Ketenangan itu biasanya turun menaburi lembah dihatimu,  saat kehendakmu sejalan dengan kehendak-Nya.
Jangan takut mati, apalagi minta mati.. namun rinduilah petemuan dengan-Nya.
Jangan mengeluh tentang rentan masa yang panjang sungguh, kita telah melewati masa yang tak mudah
Teruslah melangkah jangan terhenti,
bersiaplah, berdandanlah dengan baju yang indah  untuk satu pertemuan terindah..
Agar kita tidak malu saat pertemuan itu tiba
Salam Bahagia
NAI, 20 June 2012.
*** ***
June 20: Nuruddin Al Indunissy
Maksudnya bantu dia bertaubat, bukan membantu pekerjaannya, insya ALLAH itu ladang amal untukmu.
June 20: Aisyah Nursyifa
Saya paham kang NAI, dan insyaAlloh membantu nya sebisa saya. Walau pertanyaan nyah aneh-aneh? Kadang bingung mau jawab apa, mulai dari mana? Coba kemarin nanya kenapa ka’bah di sembah? Bukankah Alloh ada di mana-mana? Coba pikir jawabnya kan gampang-gampang susah ya kang, kalau tak mengetahui dari dasarnya.
June 20: Nuruddin Al Indunissy
Mudah, katakan; “Datang ke Baitullah dan BUKTIKAN SENDIRI”. Jika tidak ketemu jawabannya setelah menatap Baitullah, tanyakan ke saya langsung. Insya Allah saya jawab.
June 20: Aisyah Nursyifa
Membaca status kang nai aku tak kuasa komen, malah tambah lemah dan terharu sungguh aku nangiss dam menangis.
June 20: Nuruddin Al Indunissy
Status itu untukmu, juga untuku dan semua. Ana tinggal dulu, mau sarapan.
June 21: Aisyah Nursyifa
Lucu si mba Nesha ini, katanya banyak kebimbangan.
Terus aku bilang; “Coba telepon kg NAI, dia buka konsultasi juga untuk calon pembeli buku dan sahabatnya”. Dia malah jawab; “Membaca tulisan tangannya doang udah merinding. Apalagi denger suaranya, pingsan saya!”. Di lihat dari situ memang kata-kata kang NAI mengandung magnet.
June 22: Nuruddin Al Indunissy
Masha ALLAH
June 22: Aisyah Nursyifa
Kang NAI, cerita ya semua ini yah sama Uchi?
Dia banyak tanya yang aneh-aneh sama aku.
June 22: Nuruddin Al Indunissy
Teh, Uchi itu adikmu. Jangan khawatir, ana bina juga mentalnya di sini.
June 22: Aisyah Nursyifa
Pantesan, kata-katanya, semangatnya, kepribadiannya, pemahamannya berubah. Dan itu katanya setelah kang NAI ingatkan. MasyaAlloh, dosen yang mendidiknya pun tak berhasil merubahnya tapi nasehat kang NAI ana ta’jub sekali. Sekeras hati pun insyaAlloh luluh dan yaqin ingin berubah, bila sudah kenal dengan orang hebat sepertimu.
…..
June 23: Nuruddin Al Indunissy
Teteh. Teteh percaya kan sama ana?
Percaya sama ALLAH MAMPU MENYEMBUHKAN?
Segera setelah teteh baca pesan ini, ambil wudhu dan ambil air zam-zam yang murni 1 gelas.
June 23: Aisyah Nursyifa
Alhamdulilah kang nai, air zamzam itu selalu tersedia di samping saya. Rasa pilu malam ini sungguh lembut, pasrah pada yang lebih dekat dari siapa pun.
June 23: Nuruddin Al Indunissy
Teteh, Allah berfirman dalam surat Al Mukminun ayat 60. “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan aku kabulkan”, itu janji ALLAH YANG MAHA BENAR. Tinggal sekarang, sebagaimana kuat KEYAKINAN, IMAN dan TAUHID teteh. Jika teteh yakin sembuh, maka teteh sembuh dengan izin ALLAH.
Teteh, jangan terlalu berharap terhadap anti racun yang di madura, karena jika teteh percaya 100 % sama obat atau anti racun itu sudah termasuk syirik kecil karena teteh telah melupakan ALLAH secara tidak langsung.
Sekarang mari kita masuk ke pengobatan cara Rasulullah Sholallahu Alaihi wa Sallam dengan metode Ryqiyyah dengan Ayat-Ayat Syifa (Ayat Ayat Penawar/Penyembuh) milik ALLAH!
Ada dua cara, pertama pakai Air Putih (lebih sempurna pakai Zamzam). Yang ke dua pakai MADU, ini sperti Rasulullah Sholallahu Alaiyhi wa Sallam contohkan. Hari pertama lakukan dengan memakai Air Zamzam.
Caranya:
1. Ambil wudhu, dan sempurnakan wudhunya. Jika belum shalat wajib, usahakan shalat dulu. Terus sholat sunnah. Sholat untuk meminta pertolongan ALLAH. Niatnya apa aja, jangan bingung. Niatkan aja dalam hati meminta pertolongan ALLAH.
2. Istighfar, Dzikir, Tasbih, Tahmid dan Takbir
3. Baca Syahadat!
4. Baca Al Fatihah, di dekat air zamzam tadi dan TIUPKAN ke air tersebut.
5. Baca 6 ayat ini: Surat At Taubah Ayat 14, Surat Yunus Ayat 57, Surat An Nahl Ayat 69, Surat Al Isra 82, Surat As Syura 80 dan Surat Fushilat Ayat 44. Setiap setelah selesai, TIUPKAN KE AIR. Yakinlah, partikel-partikel AIR itu akan berubah saat dibacakan ayat-ayat diatas. Berubah menjadi obat yang kita kehendaki, sekali lagi, atas izin ALLAH.
6. Baca basmallah dan “La haula walaquwwata Illabillahil Alihil Adziim!” Lalu minumlah..
ALLAHUAKBAR!
Semoga Allah menyembuhkanmu saudariku.
JIKA MUNGKIN, LAKUKAN INI DI MASJIDIL HARAM.
Ingat shalat di Masjidil Haram itu 100.000 kali lebih tinggi derajatnya dibanding masjid lain, semoga itu hal ini terjadi dengan do’amu. YAKINLAH…
Anggap saja surat ini adalah saksi, pertemuanmu dengan tengah-tengah keluarga di Indonesia nanti. Tidak ada yang tidak mungkin bagi ALLAH jika ia kehendaki, karena alam semesta ini pun tidak mungkin tanpa dzahir-Nya. Seperti janji-Nya, DIA akan mengabulkan saat engkau minta. DAN RAHASIANYA ADALAH: YAKIN. IMAN. TAUHID, lalu mintalah!
Besoknya ganti air itu dengan madu.
Jika tidak ada perubahan, lakukanlah hingga diujung waktumu.
June 23: Aisyah Nursyifa
MasyaAlloh trimakasih untuk petunjuknya. InsyaAlloh akan segera di lakukan. Saya tidak terlalu mengharap pada penawar racun itu. Karena ada yang lebih ku percaya tuk menyembuhkan. Tuk ke haram, kayaknya belum kuat, karena di sana lagi desek-desekan, di rumah aja kali yah. Selama ku mampu tuk ikhtiar berusaha, kenapa tidak, harapan sembuh besar, tapi aku juga jangan egois, kalau memang saat jemputan-Nya tiba-tiba datang, bersiap-siap tuk menyambutnya, walau bekal amal pun tak punya.
June 23: Nuruddin Al Indunissy
Jawaban yang istimewa!
June 23: Aisyah Nursyifa
Guruku, ke 6 ayat itu di baca satu kali kan semuanya?
June 23: Nuruddin Al Indunissy
Ana telpn ya nanti setelah maghrib disana.
June 24: Nuruddin Al Indunissy
Iya silahkan..
[3 Jam kemudian. Hape mungil saya berdering, dan kulihat. “Nomor saudi” bisiku].
+966504768xxx
Trut..truut.. Trut..trutt.
+6287748346458
NAI: Assalamualaikum warohmatullah..
+966504768xxx
Syifa: Wa alaikumsalam warohmatullah wabarokatuh. Ini kang nai?
+6287748346458
NAI: “Iya, ukhti. Kef’haliq..”, tanyaku.
+966504768xxx
Syifa: “Tamam, Alhamdulillah.., kang nai. Aku koq tidak bisa membaca ayat-ayat itu?”
+6287748346458
NAI: “Maksudnya tidak bisa baca Qur’an? Masa sih?”
+966504768xxx
Syifa: “Bukan, mataku kabur saat mau baca Ayat itu. Tanganku juga tiba-tiba berat saat membuka mushaf?”
+6287748346458
NAI: “Tadi teh uchi, sms dari bandung. Katanya dia perlu diruqiyyah, habis itu ana telpon. Ternyata teteh yang perlu diruqiyyah itu? Apa tidak salah dengar ya teh?”
+966504768xxx
Syifa: “Iyah, apa benar kang nai bisa meruqiyah via telpon?”
+6287748346458
NAI: “Hehe.. enggak, 2 bulan lalu. Waktu sepulang dari Riyadh, ana kan buka Konsultasi Rehab Hati. Dan salah satu yang telpon itu ahwat dari Jombang Jawa Timur. Dia mengisahkan tentang keluhannya, dan saat itu tak sadar dari bibir ana terucap ‘Subhanallah!’. Tiba-tiba dia batuk berat. Dan Ana tanya; “Kenapa batuk?” Dia jawab ga tau khi; “Koq tangan aku gemetar ya?” Ana bilang coba konsentrasi, dan saat itu saya getarkan kata: ”Subhanallah! Walhamdulillah wa laailaaha Illallahu Allahu Akbar!”. Dan hapenya terpental dari tangannya”. Awalnya begitu.
+966504768xxx
Syifa: “Kang… nai. Koq tubuh aku menggigil dan tanganku mencubit-cubit tangan sendiri”.
+6287748346458
NAI: “SUBHANALLAH…! Coba baca Syahadat”
[Jawabku sambil melakuan penekanan suara saat mengucap Tasbih. Suara syifa mulai terdengar menahan sesuatu dan ketakutan].
+966504768xxx
Syifa: “Belakangan ini suka ada bayangan yang mengikutiku ke kamar mandi kang.. Hhhiiih..”.
+6287748346458
NAI: “Kenapa, ada apa? Jangan takut! Coba baca syahadat. ASYHADUALLA ILAAHAILLALLAH! WA ASYHADU ANNA MUHAMMADARASULULLAH..”
+966504768xxx
Syifa: “Bacaan syahadat kang NAI menakutkan!”
+6287748346458
NAI: “Dzikir jangan takut! Tenangkan hati. Ada air zamzam gak?”
+966504768xxx
Syifa: “Iyah ada.”
+6287748346458
NAI: “Iya, ambil satu gelas dan dekatkan kebibir. Pegang dengan tangan kanan, dan hapenya pegang pakai tangan kiri”
+966504768xxx
Syifa: “Udah..udah. Udah dulu ya?!
+6287748346458
NAI: “Udah apaan? Baca, ikuti saya! Asyhadu Allailaaha Illallah! Wa Asyhadu Anna Muhammadarasulullah!..”
+966504768xxx
Syifa: “Asyhadu…asyha.. Ga bisa, berat. Pergi..pergiii…!”
[Terdengar disana syifa histeris dan tidak mendengarkan sama sekali, seperti ketakutan dan mengusir sesuatu dari hadapannya. Bulu-bulu disekujur tubuh saya mulai merespon aura tidak mengenakan. Saya berdiri dan mengunci pintu, supaya tidak terdengar dikamar sebelah].
+6287748346458
NAI: “Hmm.. siapa kalian!?”
+966504768xxx
Syifa: “Pergi…pergi………..! Pergi. Pergi! Perrrgi..”
+6287748346458
NAI: “Ukhti..?”
+6287748346458
NAI: “Ukhti syifa! Syifa, dengarkan dan ikuti saya! Kuatkan.. Kuatkan hingga baca Al Fatihah selesai. Hanya 3 kali. Ikuti..pegang gelasnya!”.
+966504768xxx
Syifa: “Iyah, iyah. Sudah dipegang. Ada yang berdiri didepanku. Besar, kang nai.. Aku takut!”
+6287748346458
Syifa: “Jangan takut! Mereka hanyalah Jin-Jin yang juga takut sama Allah! Ikuti dekatkan gelasnya ke bibir”
[Saya memulai membimbing syifa untuk membaca Al Fatihah dimulai dengan basmallah hingga Ayat 7. Syifa mengikuti dengan terbata bata dan sesekali menjerit seperti tercekik. Alhamdulillah, meski butuh perjuangan keras ayat Al Fatihah itu berhasil hingga ayat 7].
+6287748346458
NAI: “..Sekarang tiupkan ke gelas. La Haula wa la Quwwata Illa Billah! Fiufth…!”
+966504768xxx
Syifa: “Laaaaa Haula wa laaa Quwwata Illaaa Billah! Huh…!”
+6287748346458
NAI: “Sekarang baca basmallah dan MINUM!”
+966504768xxx
Syifa: “Bismillah..Bismillahirahmaanirra…….hiim. Haaaaa.. Haaaa panaaas!”
NAI: “MINUM! Habiskan!”
[Dari ujung telpon sana tidak ada jawaban, hanya suara menggigil dan ketakutan yang sangat. Bulu disekujur tubuhku mulai bereaksi, saat itu saya memutuskan untuk mulai berbicara dengan gagah].
+6287748346458
NAI: “Yaa.. Mahsarol Jin.. Hey maysarakat Jin!!?”
[Disana tidak ada komunikasi, ia terus menjerit-jerit.
Sementara saya mulai khawatir sambungan HP akan terputus.
Saya membenarkan posisi duduk menghadap kiblat dan beristighfar.
Menarik nafas dan memulai Ta’awudz. Ketika ta’awudz diperdengarkan itulah suara jeritan itu berubah menggeram! Dan saya mengulang dua kalimah syahadat, dan suara geraman itu berubah berselang seperti kesakitan. Lalu dilanjutkan dengan Basmallah memulai Al Faatihah. Jeritan kesakitan mengeras saat terlafal Ayat “Maaliki Yaumiddin...!”
Sepertinya ayat ini adalah ayat paling ditakuti ketika diperdengarkan kepada Jin pembangkang seperti yang meraksuki tubuh syifa. Setelah selesai Al Fatihah, lalu kutegaskan suaraku].
+6287748346458
NAI: “Udzhur ya Aduwallah! Keluarlah kalian MUSUH-MUSUH ALLAH! KELUAR!”
[Bentakan itu ku ulang, dan suara syifa benar-benar berubah geram dan berteriak-teriak kesakitan. Namun tetap tidak ada komunikasi. Lalu kulanjutkan dengan Al Ikhlas, Alfalaq dan Annas. Suara jeritan kesakitan itu mereda sebelum An Nas selesai. Dan kulihat HP dalam kondisi tersambung, tapi tidak ada suara.
Dan besoknya, syifa kembali mengirim pesan.
***&****
Pagi
June 24: Nesha Sulistiya
Ustad apa yang terjadi dengan dia?
Saya masuk kamar di temukan pingsan belepotan darah, dari mata hidung semuanya mengeluarkan darah, HP di gengaman tangannya, sekarang dia di infus sama anak majikannya?
Ustad aku belum dapat ijin tuk umroh, katanya sibuk, penawar itu pun tetap gak ada, apa saya harus jujur pada Abuya tentang apa yang ku perbuat? Aku rela di penjara akibat perbuatanku ustad.
June 24: Nuruddin Al Indunissy
Semalam saya ruqiyah, sepertinya dia di serang oleh JIN juga ya?
Apa itu bagian dari kejahatan racun itu?
June 24: Nesha Sulistiya
Iya ustad, kejahatan fungsi racun itu diantaranya membuat korbannya gila bukan cuma sakit. Saya juga selama ini aneh kok dia wajar-wajar aja gitu?
June 24: Nuruddin Al Indunissy
Bener-bener bangsat! NAMA RACUNNYA APA?
June 24: Nesha Sulistiya
Saya terima ustad ngomong begitu, bahkan saya lebih parah dari seorang bangsat.
Namun keinginan saya bertaubat besar. Walau kejahatanku begitu besar. Saya akan pulang dua minggu lagi dan tiket sudah oke. Akan ku cari sekeras apa pun pencarian penawar itu. Akan ku usahakan. Setidaknya korban ke dua ku bisa tertolong nyawanya.
June 24: Nuruddin Al Indunissy
Maksudnya kejahatan racun itu benar-benar luarbiasa.
Kamu tau ga kejahatan ini akibatnya seperti apa? Kamu bisa-bisa tidak diterima diakhirat. Dosa paling besar adalah syirik atau menduakan ALLAH. Usahakan sebisa mungkin, sekeras mungkin, semampumu semoga ALLAH mengampuni sebelum ajal menjemputmu. Saya usahakan untuk menutupi rahasia ini dan menutupnya dari keluarganya jika memang kamu bener-bener bertaubat, mudah-mudahan ALLAH menolongmu.
June 24: Nesha Sulistiya
Amiin. Iya akan ku usahakan ustad. Saya tidak tau menau so’al syirik. Trimakasih juga kalau mau merahasiakannya dari keluarga dia. Saya pulang secepatnya. Tapi so’al petunjuk ke haram itu apa patut saya kerjakan dulu? Bila tidak memungkinkan gimana?
June 24: Nuruddin Al Indunissy
Sebaiknya umrah dulu, meski sangat berat. Ingat, sekali Sholat di masjidil haram itu sebanding dengan 100.000 kali di mesjid biasa, jangan lewatkan untuk taubat disana.
June 24: Nesha Sulistiya
Ustaaaad mba bahagia sekali nanti Ashar di suruh Abuya mendorong kursi roda karena dia mau ke Haram. Ini kesempatan bagus dan petunjuk ustad akan saya lakukan.
June 24: Nuruddin Al Indunissy
“Hai hamba-hamba yang telah melampaui batas dlm berbuat dosa, janganlah kalian putus asa mohon RAHMAT ALLAH, sesungguhnya ALLAH akan mengampuni semua dosa-dosamu, sesungguhnya ALLAH MAHA PENGAMPUN lagi MAHA PENYAYANG”. (Qs 39:53).
“Hai manusia, jika dosa-dosamu telah mencapai setinggi langit, kemudian engkau sangat MENYESAL atas dosa-dosamu, kemudian engkau memohon ampunan kepadaKU dengan sungguh, niscaya akan Ku ampuni seluruh dosa2mu selama engkau tdk mempersekutukanKU”. (Hadist Qudsi, Turmudzi).
June 25: Nesha Sulistiya
Ya Alloh, iya ustad ingsAalloh ku kan bersujud di sana.
Ini lagi di mobil menuju Haram. Tapi tak tau apa yang terjadi nanti di sana, karna Aisyah dari pertama berangkat menggigil terus serta mengucapkan takbir yang amat susah. Saya jadi makin deg-degan.
June 25: Nuruddin Al Indunissy
Terus bacakan “SUBHANALLAH… WALHAMDULILLAH.. WALAAILAHAILLALLAHU ALLAHUAKBAR” dekat dia, dia sedang diganggu Iblis…..
June 25: Nesha Sulistiya
Bacaan itu di bacakan terus ma Ummi dan Abuya.
Dia duduk di gandeng umi. Sedang aku di belakang.nlp siapa hp nya gak di bawa.
June 25: Nuruddin Al Indunissy
Sampaikan sama Umi dan Abuya, tolong bantu dia hingga ia mendapatkan AIR ZAMZAM dan tolong bacakan al Fatehah pada air tersebut terus minumkan ke AISYAH. insya ALLAH sembuh, soalnya semalam saya bacakan hal yang sama dan Aisyah tenang seharian.
TOLONG SAMPAIKAN PESAN INI KE ABUYA DAN UMI, SAMPAIKAN DARI NURUDDIN AL INDUNISSY. SEKARANG..!
June 25: Nesha Sulistiya
Oke ustad saya sampaikan sekarang. Air zamzam yang di kamarnya pun di bawa ma dia, dan setiap di minumkan dia menjerit kesakitan. Sekarang ummi bacakan surat yang untuk orang meninggal yang terkenal itu, yasin kali ya? Dia malah tambah kejang-kejang. Abuya mengajak menantu dan anak lelakinya ada ketakutan di wajah mereka.
June 25: Nuruddin Al Indunissy
YANG KESAKITAN ITU IBLISNYA.. minumkan saja, tapi jangan sekarang.
Usahakan sekarang sampai di Masjidil Haram, BACAKAN FATIHAH 3 KALI DAN TIUPKAN KE AIR SETIAP SELESAI BACA.. LALU BACA BASMALAH DAN MINTA KESEMBUHAN SEBAGAI OBAT PENAWAR RACUN DAN MINUMKAN…
June 25: Nesha Sulistiya
Ini sedang dibacakan Al Fatihah tad. Ustad apa yang harus pertama kali saya lakukan setelah di haram?. Ini semakin dekat. Dan abuya menyuruh anaknya tuk mendorongnya gak jadi aku.

June 25: Nuruddin Al Indunissy
MASUK MESJID.. SHOLAT DUA RAKAAT UNTUK MENGHORMATI MASJID. LALU AMBIL ZAMZAM DAN DUDUK MENGHADAP BAITULLAH, LALU BACAKAN ITU.
June 25: Nuruddin Al Indunissy
BACAKAN FATIHAH 3 KALI DAN MINTA PERTOLONGAN ALLAH UNTUK MENYEMBUHKAN….TIUPKAN KE AIR DAN SIMPAN BAIK BAIKLANJUTKAN TAWAFDAN BACA ISTIGHFAR MINTA AMPUNAN SEBANYAK-BANYAKNYA.
June 25: Nesha Sulistiya
Niat solat menghormati gimana bacaannya? Thowaf itu apa? Gimana caranya? Apa bacaannya? Baca istigfarnya cukup kan Astagfirullohaladim aja?
June 25: Nesha Sulistiya
Alhamdulillah udah nyampe di haram.
Dia semakin mengigil, Abuya pun tak kuat menenangkanya.
June 25: Nuruddin Al Indunissy
THOWAF: Mengelilingi Baitullah.. 7 kali.
Sholat menghormati masjid: NIAT SAYA SHOLAT TAHIYATULMASJID SUNNAH KARENA ALLAH TAALA. Lanjutkan seperti biasa.
Bacaan Thowaf: Robbana Aatina fiddunnya hasanah, wafilakhirati hasanah wakinna adza bannar. Artinya; Ya Allah berikan aku kebaikan di dunia dan akhirat dan JAUHKANLAH AKU DARI API NERAKA.
June 25: Nuruddin Al Indunissy
Intighfar cukup yang tadi.
Jika ada yang tidak tahu tanyakan
June 25: Nesha Sulistiya
Saya masih di mobil, dia di turunkan ke korsi roda dan saya liat dia langsung sujud sambil mengucapkan takbir. Banyak orang meliriknya, ummi bertanya mau Thowaf aja apa Umroh?
June 25: Nuruddin Al Indunissy
CUKUP THOWAF SAJA, kalo umrah prosesnya lumayan panjang dan tidak memungkinkan. Karena antum harus ke Tan’im dulu mengambil miqat (niat umrah) setelah itu balik lagi ke Masjidil Haram, Thawaf, Shalat di Maqom Ibrahims, Shalat di hijir Ismail, Sa’i dan Tahalul. Jika thawaf aja HANYA MENGELILINGI KABAH 7 kali selesai.
June 25: Nesha Sulistiya
Oke siap ustad saya pamit dulu.
Dia di dorong anak ma menantunya. Saya harap bener-bener ada pertolongaan Alloh.
June 25
Nuruddin Al Indunissy
Allah menyayangi orang yang bertaubat.
BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM…
June 25: Nesha Sulistiya
“Ustad baru kali ini saya menyaksikan dengan mata kepala saya sendiri kejadian menegangkan dan begitu menakutkan. Jujur aku tak tau menau bahwa dalam racun itu ada jinnya. Pertama masuk masjidil Haram Aisyah semakin menggigil, aku yang sedari tadi gugup semakin gugup. Umi bertanya pada Aishah; “Mau turun ke bawah apa di atas aja, soalnya banyak jemaah?” Dan Aisyah menunjuk dengan telunjuk kanannya untuk TURUN”, ia meminta pada abuya di ambil kan air zamzam murni dari keran. Ia memaksakan diri solat dalam keadaan duduk, lalu saya tinggal thowaf sama umi.
Karena masjidil haram sangat penuh, desakan satu putaran itu sangat lama, dan aku juga bengong ternyata ada kenyamanan lahir bathin disana. Tiba-tiba umi ditelepon ma abuya, katanya Aisyah kejang-kejang. Kami langsung lari dan ternyata Aisyah sudah di bawa ke kamar dengan bantuan orang lain, dia ngamuk-ngamuk keras sampai tidak kuat dipegangin empat lelaki arab.
Tiba-tiba Abuya bawa lelaki tua berjenggot kaya ulama, lalu ulama itu membacakan berbagai bacaan dengan meluddahi air ke muka dia, ke dua tangan nya di ikat lalu para orang yang hadir di Al Haram itu membacakan ayat Al quran di pimpin ulama itu. Warna kulit Aisyah berubah kebiruan dan.. dia meringis kesakitan ampun-ampunan! Ulama itu terus membacakn doa, dzikir dan istighfar lebih dari satu jam, lalu air doa itu di siramkn ke tubuhnya.
Tiba-tiba Aisyah yang lagi ngamuk gagah dengan suara geram menakutkan itu menjadi lunglai, dia muntah banyak sekali. Dari telinga hidung mata keluar darah segar, dan lama-kelamaan darah itu berubah menjadi keitaman, sampai orang yang hadir pun terkejut.
Dalam pikiran mba mungkin dia akan meninggal, ummi menangis terus, ulama itu terus meludahi dia air doa itu sampai muntahnya berhenti, disekitaran terdengar gema takbir, setelah selesai ulama itu pun membuka tali tangannya dan membaringkan Aisyah, menatap, mengusap wajah dan kepalanya. Lalu Abuya menyuruh membersihkan kotoran itu, sambil tegang dan bengong saya melihat badan wajah Aisyah dalam keadaan tak sadar.
Diam-diam aku mendengar percakapan ulama itu dan Abuya, katanya; “Baru kali ini melihat orang kuat dengan gangguan Jin setangguh itu, wanita lagi, karna kebanyakan banyak yang tak mampu melawanya bahkan jadi gila”. Ulama itu lalu bertanya apa yang terjadi? Abuya pun menjawab dengan seadanya, tapi ulama itu malah senyum.
Selanjutnya aku gak tau apa yang di bicarakan, setelah hampir 2 jam lebih kami pun pulang membawa dia dengan niat mau di bawa ke rumahsakit, karena gak sadar, tapi kata ulama bawa aja ke rumah. Nanti dia bangun dengan sendirinya dan ulama itu memberikan air do’a kepada abuya yang dimasukan kertas.
Ustad dalam hidup saya gak pernah saya menyaksikan kayk ginian.
Aku yakin dosa ku tak di maapkan karena perbuatan ku ini”.
June 25: Nuruddin Al Indunissy
Yang dimuntahkan itu JIN YANG TELAH MATI. Alhamdulillah, semoga Allah memaafkanmu.
June 25: Nesha Sulistiya
Jadi cairan merah keitaman itu Jin?
Bukan racunnya? Amin ustad saya sudah memohon ampun di sana, tapi  hingga saat ini saya masih deg-degan, karena dia belum sadar juga?
June 25: Nuruddin Al Indunissy
Alhamdulillah  berbaiksangkalah sama RAHMAT ALLAH. Cairan itu bersekutu antara jin dan racun, wallahu’alam. Tapi lihat, insya ALLAH Aisyah akan membaik. Bahkan sembuh total dengan Izin Allah.
June 25: Nesha Sulistiya
Mudah mudahan, Aamin..
Usatd kalau bener dia membaik, mba bener-benr bersyukur. Gimana cara agar dia cepat sadar yah? Ummi juga malah menangisinya.
June 25: Nuruddin Al Indunissy
Bacakan Syahadat dan Al Fatihah pada air, lau cipratkan ke wajahnya.
June 25: Nesha Sulistiya
Ustad, dia udah sadar sekarang.
Tapi malah bengong kaya orang linglung. Kami di suruh ke luar dari kamarnya. Dan saya dengar dia lagi nangis kenapa yah?
June 25: Nuruddin Al Indunissy
JIN itu masih ada disekitar sana.
June 25
Nesha Sulistiya
Ustad, dia bertanya; “Apa yang terjadi pada diriku semalam? Kenapa badan memar-memar seperti ini?” Apa yang harus saya jawab ustad. Apa saya jawab jujur?
June 26: Nuruddin Al Indunissy
Jawab jujur, ceritakan juga seluruhnya apa yang terjadi di Al Haram kemarin. Katakanlah; “Berbahagialah, jarang orang yang langsung “ditangani” oleh mutawa Al Haram.
………
June 27: Nesha Sulistiya
Ustad saya pulang, ini lagi transit di Oman.
Gak ada waktu tuk menceritakan itu, yang mba liat keadaannya makin parah. Ngamuk terus,kemarin pas saya masuk dia lagi nyekek diri sendiri pake tali, aku bantu malah balik nyekek. Makanya sama abuya di ikat ke dua tangan dan kakinya, di situlah aku hanya mencium keningnya dalam keadaan ngamuk, tak sempat meminta maap lagi.
***&****
June 25: Nuruddin Al Indunissy.
Gmana sekarang, lemes, takut, sakit, pusing?
June 25: Aisyah Nursyifa
Hari ini lemes banget, rasa takut kurang, seluruh badan sakit banget, pusing banget. Tapi merasa segar dari kemarin Alhamdulilah. Akhi, aku gagal bermunajat di haram. Karena rasa ngilu dan pusing kambuh sehingga tak tau apa yang terjadi. Mungkin memang keajaiban belum datang menyapaku.
June 26: Nuruddin Al Indunissy
Nanti nesha cerita, insya Allah. Ana lagi sibuk teh. Ini lagi dijalan menuju purbalingga.
June 26: Aisyah Nursyifa
Kang NAI, ternyata mba nesha pulang malam kemarin. Waktu saya gak sadar, kata ummi, pas masuk kamar saya mau pamit karena ada panggilan mendadak. Tapi saya malah mau mencekiknya, jujur saya sedih tak sempat minta maaf, karena saya tak sadar.
Dia cuma nitipkan selembar kertas yang tulisannya; “Aku masih mengharapkan maafmu sepenuh hati, mba pulang akan mencari penawar itu walau nyawa mba taruhannya” Padahal saya sudah memaapkannya dan tak berharap pada penawar itu.
June 26: Nuruddin Al Indunissy
masha ALLAH, kalian memang orang-orang luarbiasa. Kepulangannya memang saya desak, saya yang setengah memaksanya untuk mencari penawar. Dan dia mungkin berfikir untuk pulang. Apapun nanti yang terjadi, ketika engkau sembuh itu adalah KEAJAIBAN.
June 26: Aisyah Nursyifa
Kenapa kang nai memaksanya?
Kenapa pula dia tak menunggu saya normal, kata abuya jam 12 nanti ada mutawa dari Al haram semuanya 20 orang, mau meruqyah. Tapi kan saya udah tenang, iyah aku percaya keajaiban ternyata nampak di depanku.
June 27: Nuruddin Al Indunissy
Alhamdulillah…saya bukan memaksa tapi menekan, karena dia bilang NENEK itu sudah mati jadi penawar itu tidak ada, saya fikir jika nenek itu mati JIN nya pun pada kabur. Tapi kan jinnya masih pada ganas!?
…..
Avanza hitam yang kutumpangi melesat meninggalkan kota Bandung, melintasi Sumedang di kemalaman. Bis telus melaju disepanjang pantai utara jawa, melintasi Cirebon, Brebes dan Tegal lalu belok arah ke selatan menuju purbalingga.
Itu adalah perjalanan pertamaku menembus ke jawa tengah dalam misi “Roadshow Rehab Hati” Jakarta – Surabaya untuk ikut mengantarkan buku pesanan Rehab Hati langsung kepemesan istimewa.
Hufh..
Malam itu seperti tersenyum, ada kebahagiaan dalam lelah itu.
Baterai laptopku habis dan tidak berbuat banyak lagi untuk menenangkan Aisyah. Malam terus larut hingga tak ku ketahui lagi, dimanakah kami saat itu. Didepan Akhi Ridho yang ikut dalam misi terlelap disampingku, didepan Kang Eddy memegang kendali setir ditemani Akhi Nando.
Aku terlelap, diantara hutan Jati yang pekat. Di sepanjang jalan menuju Selatan itu sepertinya tidak ada lampu dan rambu-rambu jalan.
Aku dikejutkan dari tidurku dengan hape yang bergetar disaku jeans yang kupakai. Disana ada nomor yang tak asing lagi ditelingaku. Syifa..
+6287748346458
NAI: “Assalamualaikum ukhtina..”
+966504768xxx
Syifa: Kang nai.. mereka datang lagi. Aku dicekik.. Hiih.. pergi.. pergiii…
Dari ujung telpn, terdengar Aisyah Nursyifa seperti sedang dikerumuni mahluk-mahluk menakutkan. Suara tenggorokannya kaku berseliweran dengan nafas yang tersenggal. Dan darahku kembali mendidih.
+6287748346458
NAI: Allahurobbuna kariim..
Kalian benar-benar dzalim! Kalian benar-benar telah MEMBANGKANG KEPADA ALLAH dan menantang para malaikat penjaga tanah Haram. Kalian telah menentang panah-panah api langit yang melindungi Masjidil Haram dari Kekafiran!
DEMI ALLAH! PERGI! PERGI KALIAN SEMUA! ATAU SAYA BAKARR!
+966504768xxx
Syifa: “Hhrrrg… Hrrrgghh”
[Suara syifa berubah menggeram, seperti leopard ditengah malam bertemu mangsa. Saya membenarkan posisi duduk dan memberi isyarat kedepan, untuk mengecilkan suara musik yang terdengar hingga kebelakang mobil].
+6287748346458
NAI: “A’udzubillahiminassayyitoonirrajiiim…”
Ya mahsarol JIN. DEMI ALLAH.. Saya tidak takut dengan kalian.
Saya tidak takut dengan bala tentara kalian. Dan ingat, CEPAT PERGI dan jangan ganggu Hamba Allah ini.
+966504768xxx
Syifa: “Haa.. Panass. Hentikan. Hentikan”
Saya tidak mengindahkan lolongan kesakitan itu dan melanjutkan membaca Syahadattain yang dikeraskan, Al Fatihah, Al Baqarah 255 dan dilanjut dengan Al Ikhlas, Al Falaq dan Anas. Saat membaca Annas, tiba-tiba ada suara yang mengikuti bacaan saya. Dan itu adalah suara Aisyah yang saya kenal.
Alhamdulillah..
…..
Mobil itu terus melaju meninggalkan hutan jati, menuju Purbalingga. Subuh hari itu kami tiba di mesjid Agung Purbalingga dan disambut Mas Andry. Meski mata hampir memerah, tapi subhanallah! Suasana dataran jawa tengah memang baru kali ini aku jejaki.
“Ternyata tanah disini masih hijau”. Bisikku
Pagi itu kami menikmati udara Purbalingga, bercengkrama dan bertatap muka dengan sahabat yang selama ini kenal di Facebook. Bertemu Ust Didi, Akh Sanggra dan Ibn Yajid. Sebelum istirahat aku membuka kembali laptop dan membalasi email yang masuk hingga ketiduran sejadinya.
Siangnya sempat keliling Purbalingga dan malamnya selepas Isya, meluncur ke Banjarnegara. Singgah di rumah ust Didi dan bertemu ukhti Noel Fatona dan Ukh Lembayung Jingga untuk mengantarkan pesanan buku. 2 jam memang sebentar untuk bertemu sahabat lama seperti ibu Noel Fatona yang sejak lama menanti buku ini, apalagi diantar langsung hingga ke rumah.
Obrolan hangat itu ditemani 3 cangkir coffe, sempat lucu lihat Akh Ridho yang terpaksa meminum cofee untuk menghormati tamu padahal sebelumnya tidak pernah minum.
9.30pm
Tiba-tiba Akh Ridho menyodorkan HP kedekatku dengan santun. “A, syifa mau bicara sama aa”. Saya mengambilnya dan langsung keluar dari rumah.
+966504768xxx
Syifa: “Ini kang NAI kan?”
[Terdengar suara syifa menggigil, meyakinkan jika saya sedang berbicara dengannya. Saya tidak banyak bicara lagi dan langsung masuk kemobil dan mengunci semua pintunya]
+6287748346458
NAI: “A’udzubikallimatillah… ! A’udzubikalimatillahit tammati mingkulli syarrimaa kholaq!”
Ya Mahsyarol Jin. Heeey MAMNUN!! Hey kalian semua, jin-jin laknatullah alaiyh yang ada didalam raga Aisyah Binti Fulan. KELUAR KALIAN SEMUANYA! UDZKHUR YA ADUWALLAH! UKHRUJ YA ADUWALLAH! KELUARLAH KALIAN WAHAI MUSUH-MUSUH ALLAH!
Setelah itu saya mulai mengulang 2 kalimah syahadat yang sangat ditakuti mereka, dilanjut dengan Al Fatihah. Dan, segala Puji Bagi Allah! Sebelum Alfatihah selesai, jin itu sudah kabur.
+966504768xxx
Syifa: “Alhamdulillah.. “,
Terdengar suara syifa menenang. Seperti terlepas dari gencatan batu besar yang menindihnya.
+966504768xxx
Syifa: “Makasih kang nai.. makasiih..”
+6287748346458
NAI: “Masih ada gak?.”
+966504768xxx
Syifa: “Udah pada pergi kang..”
Saya kembali meyakinkan jika jin-jin itu telah pergi, saya menyuruh Aisyah untuk membaca Syahadat dan Al Fatihah. Alhamdulillah, ia membacanya dengan tartil. Itu adalah tanda jika ia telah bebas dari gangguan Jin.
+966504768xxx
Syifa: “Kang Nai, kata Ummi, nanti malam akan ada rombongan peruqiyyah dari Masjidil Haram. Semuanya 20 Orang”.
+6287748346458
NAI: “Lho, kan malam ini udah sembuh. Alhamdulillah?.”
+966504768xxx
Syifa:”Aku ga tau apa-apa. Tadi umi ngasih tahu, suruh siap-siap”.
+6287748346458
NAI: “Hehe”
[Setelah itu telpon terputus, mungkin pulsanya habis. Aku tersenyum lega, sepertinya para Hafidz Qur’an dari Al Haram mau menuntaskan Jin itu setelah mendengar khabar bahwa Jin pembangkang itu masih saja datang ke makkah dan menunaikan misi nenek sihir dari Madura itu].
Hari berikutnya pembicaraan berlanjut di pesan Facebook lagi, bis terus melaju menuju Jogjakarta.
June 27: Aisyah Nursyifa
Kang nai. ternyata jin itu sosok nya sangat menakutkan, dan kayaknya berbagi tugas. Tapi Alhamdulilah setelah ruqyah tadi, menjadi tenang dan segar dan gak ada lagi yang menindih dada saya, yang nusuk saya, yang cekik saya, mudah mudahan kabur asli.
InsyaAlloh saya tidak akan mengganggu Kang NAI lagi, antum lagi di tengah ke sibukan. Jadi kemarin malam dan tadi saya ruqyah di depan orang kang? Gak kebayang malunya saya.
June 27
Nuruddin Al Indunissy
Tadi ga ada yang tau koq, lagi ngobrol di dalam rumah.
Ana keluar dan masuk mobil kosong, dan hanya ada Akh Nando dan dia tidur.
Waktu kemarin hanya ada Akh Ridho (tidur/tidak tau) juga Nando dan bang Edi lagi stir mobil (insyha ALLAH mereka paham). Silahkan, ana SEDANG GARAP RUQIYYAH INI jadi jangan ragu-ragu. Kemarin (pas yang pertama) jin-nya sempat nyerang juga ke sentul.
June 27: Aisyah Nursyifa
Astagfirullohaladzim gara-gara saya jadi kena batunya, mohon maaf sekali atas kelancangan saya. Tapi kalian tak apa-apa kan karena serangan jin itu? Saya liat di leher saya ada bekas tali kemerah-merahan kang?
June 27: Nuruddin Al Indunissy
Maksudnya nyerang tubuh saya teteh, gapapa koq subuh itu sampe jam 10 saja saya lemes. Tapi gapapa koq, saya malah bahagia bisa ikut merasakan, meski sangat sedikit. Telpn ana KAPANPUN butuh bantuan ya teh.
June 27: Aisyah Nursyifa
Ya Alloh apa yang saya lakukan…
Mohon maap yah, alhamdulilah kalo tidak apa-apa mah.
Kemarin pas ke uchi di bandung, tidak ngomong apa-apa kan?
Tolong jangan ada yang dikasih tau, selain team RH di kantor.
June 27: Nuruddin Al Indunissy
Ga teh, waktu ketemu teh uchi mah biasa-biasa aja, kita malah ngomongin bisnis lumpia basah. Hehe
June 27: Nuruddin Al Indunissy
Teteh, ini pesan dari Nesha: “Ustad saya pulang. Lagi transit di oman. Gak ada waktu tuk menceritakan itu. Yang mba liat keadaannya makin parah. Ngamuk terus, kemarin pas saya masuk dia lagi nyekek diri sendiri pake tali, aku bantu malah balik nyekek. Makanya sama abuya di ikat ke dua tangan dan kakinya, di situlah aku hanya mencium kening nya dalam keadaan ngamuk, tak sempat meminta maap lagi,”
June 27: Aisyah Nursyifa
MasyaAlloh mba.. Kenapa sama saya gak ngasih kabar?
Kenapa kedekatan kita meski berakhir pada waktu saya gak ingat?
Jujur saya sangat kehilangan, dari pertama kita kenal dua tahun lalu sampai kapan pun aku gak ada rasa benci. Yang terjadi lupakan lah, karena semua ini banyak hikmahnya.
Kang nai, bila hapenya gak galau mah saya mu nelephone lagi.
Mau cerita tentang kisah lucu ruqyah tadi malam. Ada titipan “Assalamualaikum” dari Syekh Mahmud Abdul Ghofur al Khohtoni. Beliau Mutowa Peminpin Ruqiyyah dari Al Masjid Al Haram. Beliau sempat bertanya tentang info kang NAI, dan maap yang saya tau saya bongkar semuanya.
June 27: Nuruddin Al Indunissy
Alaikumsalam warohmatullah..
Subhanallah!
June 27: Nuruddin Al Indunissy
Lucu gmana? Teh Aisyah ga mental di ruqiyah ya ? ^_^
June 27: Aisyah Nursyifa
Intinya begitu, sampai mereka pada bengong dan kebingungan. Abuya pun tak percaya sama aku dan bertanya, “Apa aku berpura-pura?” katanya. Yang mereka bikin malu, mungkin karena aku sudah di ikat tangan dan kakinya. Sungguh pengalaman mengasyikan, sungguh keajaiban yang dasyat! MasyaAlloh!
June 27: Nuruddin Al Indunissy
Itu hanya hadiah kecil dari ALLAh, engkau udah punya segunung pahala disana. Dan ridha-Nya tengah mendekapmu saat ini, rasakanlah, nikmatilah. Dan, salam bahagia ukhtina.
June 27: Aisyah Nursyifa
Sungguh saya benar menikmatinya, akhi.
Jika seandainya, nyawa ini melayang ketika aku tak sadar, apa keridhoan-Nya ku dapatkan?
June 28: Nuruddin Al Indunissy
Sebelum tidur, selagi engkau sadar DZIKIRLAH..
Dan jangan ada keluhan yang terbawa lelap, jauhkan diri dari syirik (segala bentuk kesyirikan dan pengingkaran kepada ALLAH)
June 28: Aisyah Nursyifa
InsyaAlloh kalau saya sadar mah selalu terucap, walau dalam hati. Tapi ketika kambuh, gak tau kenapa pikiran saya lupa semuanya. Badan ini serasa ada yang mengerakan, tapi dari kemarin di bacain do’a Alhamdulilah tenang sekali, Pikiran pun terang, hati tentram, mudah-mudahan gak kambuh lagi.
Oh iya ada kaka saya nelphone?
Gimana?
June 28: Nuruddin Al Indunissy
Kakakmu yang di Brunai Darrussalam sudah selesai juga, alhamdulillah hatinya dilenmbutkan-Nya. Tentunya atas izin Allah, hari ini gmana? Jika mau telpn, tiap hari pun gapapa teh.
June 28: Aisyah Nursyifa
MasyaAlloh pantessaan dia nelephone bahasanya lembut. Kg nai hebat, hatur nuhun nya? Alhamdulilah ada kemajuan, tapi bila suatu saat tak apa kan minta tolong? Jujur saya malu
June 28: Nuruddin Al Indunissy
Kapanpun jika ana bisa, insya ALLAH siap. Silahkan teh.
June 28: Aisyah Nursyifa
Saya mau nanya, apa yang meninggal bisa menjenguk kita?
Atau ruh kita ketemu dengan ruh nya?
June 28: Nuruddin Al Indunissy
Yang meninggal tidak bisa melakukan apapun untuk yang hidup, KUNCI MATI KATA-KATA ITU. Jikapun datang dalam mimpi, itu bisa beberapa kemungkinan. Kemungkinan pertama, JIN (itu batil dan jangan dituruti). Yang kedua petunjuk dari ALLAH, jika tidur kita baca basmallah dan tidur dengan baik. Yang lainnya kemungkinan karena kita terlalu memikirkannya (buah tidur aja)
June 28: Aisyah Nursyifa
Tapi semaleman saya gak tidur tapi pikiran saya antara sadar dan tidak.
Tiba-tiba ada kakek berjubah putih, ibu dan bapak saya membuka pintu kamar seolah saya melihaat langsung, dan ada kakek berjubah putih. Tapi saya tak bisa ngomong, hanya air mata yang keluar. Kake itu bilang, “Ketika dia menyerang baca ayat qursi sambil nahan napas 7 kali, kalau ibu dan ayah cuma bilang kalau kamu sabar pasti sembuh sambil kecup kening”. Apa arti dari semua itu?
June 28: Nuruddin Al Indunissy
Saya luruskan saja; Baca ayat qursi sambil tahan nafas itu artinya baca ayat qursy dengan benar, ayat qursy itu satu ayat jadi dibaca semuanya sekaligus. Jika bisa, jika tidak pun tak apa-apa, mungkin itu pertolongan dari ALLAH agar teteh sabar dan semakin kuat dan percaya dengan AYAT AYAT QURAN. Gimana malam ini masih tenang?
June 28: Aisyah Nursyifa
Setiap habis solat, saya baca pagar-pagar itu. Begini kalau tidak salah dan lupa, pertama baca Al fatihah tiupkan ke telapak tangan balurkan. Baca al ikhlaas, al falaq dan annas tiupkan masing-masing, terus ayat kursi. Gitu ya kang?
Tadi ketika habis solat asar sempat menggigil ketika mau bangun sujud terakhir sempat tak bisa bangun mungkin ada setengah jam, beraaaattt ada yang nindih kayak batu besar. Tapi saya coba takbir dan takbir sekerasnya, apa solat saya syah kang nai? Saya ulang lagi tetep yang sujud terakhir sama.
June 28: Nuruddin Al Indunissy
Gapapa semampunya saja, setiap kali mau shalat baca “Audzubillahiminassayyitonirrajiiiiim….” yang keras, Artinya: “SAYA BERLINDUNG KEPADA ALLAH DARI GONDAAN SYAITAN YANG TERKUTUK” terus bacakan Takbir yang keras setiap kali takbir.
Mengenai pagar
1. Baca istighfar dan Taawudz.
2. Baca Al Fatihah, tiupkan ke tangan
3. Baca Al Ikhlas, tiupkan ke tangan
4. Baca Al Falaq, tiupkan ke tangan
5. Baca An Nas, tiupkan ke tangan
6. Baca La Haula Walaa Quwwata Illabillahil aliyhil adziim (Artinya: tidak ada daya dan kekuatan kecuali karena ALLAH yang maha perkasa atas segalanya)
7. Hingga disini, tangan kita sudah ber energi pagarkan energi itu ketubuh kita dengan cara mengusapkannya. INSYA ALLAH, penjagaan ALLAH sempurna dan tiada banding.
June 28: Aisyah Nursyifa
Oh iya makasih, kang nai tidak merindingkan lihat akun ini. Ini saya ngetik sambil gemetar ni. Mu nelpon pesen pulsa dari pagi belum nyampai. Kok saya tetep masih egois yah masih berharap umur ini akan kuat 2 tahun lagi. Padahal dengan kondisi yang sekarang ini mungkin tinggal menunggu menit detik kali?
June 28: Nuruddin Al Indunissy
ALLAHUAKBAR! ALLAHUAKBAR! LAA ILAA HA ILLALLAH! MUHAMMADARASUULULLAH! KELUARLAH WAHAI MUSUH ALLAH..TAKUTLAH SAMA ALLAH AL MUKMIN AL MUHAIMMIN!
June 28: Aisyah Nursyifa
Aku berhasil membaca pagar itu, aku berhasil..
Alhamdulilah, Nanti malam aku akan ke Haram, apa aku baca ke 6 ayat syifa berikut pagar di atas?
****&***
June 27: Nesha Sulistiya
Ustad Alhamdulilah saya nyampe rumah.
Ustad tau gak kabar dia? Apa ada kemajuan?
June 27: Nuruddin Al Indunissy
Seharian tadi baik dan tenang, bisa makan enak dan sepertinya bahagia tapi tadi malam JIN JIN LAKNAT itu datang lagi, jika bisa, usahakan untuk mencari nenek itu. Karena nenek itu masih hidup, jika nenek itu sudah mati maka jinnya pun pada lari dari tugasnya masing-masing karena jin itu suruhan.
Sementara kamu aman, dan tak ada siapapun yang mengganggu TERUSKAN USAHA KARENA AISYAH MASIH SAKIT. Sekarang saya lagi ROAD SHOW ke Surabaya. Baru sampai di Jogjakarta.
June 27: Nesha Sulistiya
Ya ampun, ustad koq tau dia tenang dan jinnya datang lagi?
InsyaAlloh besok saya mulai mencarinya. Kalau lusa saya gak dapat, mungkin saya akan terbang ke Surabaya menuju bayuwangi tuk mencari penawar itu. Usahakan kita ketemu di surabaya aku mohon ustad.
June 28: Nuruddin Al Indunissy
Saya sekarang di Kota Malang dan bermalam disini.
June 28: Nesha Sulistiya
Hari ini ku ubek ubek 2 kota gak ketemu, memang betul nenek itu belum mati dan katanya pindah dari tempat ke tempat, saya akan usahakan semampunya. Jadi jika nenek itu mati jin nya mati pula?
Ada kabar hari ini?
June 28: Nuruddin Al Indunissy
Jika nenek itu mati jin suruhannya bebas tugas
June 29: Nesha Sulistiya
Ustad bilangin ke Aisyah bila ada telepon dengan suara aneh. Angkat bila mau sembuh.
June 30: Nesha Sulistiya
Keadaan nenek antara hidup dan mati. Tapi dia mau ngebacakan mantra supaya jinnya balik. Obat penawarnya gak ada, cuma ada obat penenang rasa sakit. Akan segera ku kirimka, tapi aku lupa alamatnya. Apa ada yang tau mungkin di antara kelurganya. Nenek pun kaget mendengar orangnya masih hidup. Seharusnya sejak dulu tewas.
……
Tanggal 30 Juni 2012
Modem internet laptop saya habis, jadi tidak bisa buka facebook dan komunikasi lagi. Hanya bisa menikmati lekuk-lekuk jalanan pegunungan merapi antara Magelang – Jogjakarta, perjalanan pulang dari Pasuruan – Jakarta. Baru tanggal 2 July 2012, saya tiba kembali di Jakarta dan menyelesaikan misi lain di dunia maya dan “Distance Quranic Healing” ini.
……
July 2: Nuruddin Al Indunissy
Bilang jangan macam-macam dengan saya, justeru dengan mantra itu Aisyah makin parah setelah saya coba sembuhkan. Cabut JIN itu atau saya suruh menyerang balik sama kamu dan juga nenek itu.
July 2: Nesha Sulistiya
Saya rela ustad suruh jin nya menyerang saya. Asalkan ia sembuh, akan kutanggung resikonya apa yang aku perbuat. Kemarin malam aku sempat tanyakan ma umi tentang keadaan nya, dia mendingan gak ngamuk,cuma kadang kayak orang gila. Lagi di obati dokter khusus syaraf, sebisa mungkin bila ustad bisa menyembuhkan dia, sembuhkan lah, aku ganti semuanya aku janji demi Alloh.
July 2: Nuruddin Al Indunissy
Jika saya telpn, ke sana sangat mahal.
Dan itu tidak mungkin, kemarin juga Aisyah transfer 100ribu, hanya bisa menenangkan saja. Si nenek itu sepertinya malah nambahin JIN ke Aisyah, dia tambah menggigil dengan kata-kata itu.
July 2: Nesha Sulistiya
Justeru dengan menggigilnya jin nya akan keluar gak balik lagi. Berapa ratus ribu pulsa tuk nelponnya? Biar aku kirim ustad.
July 2: Nuruddin Al Indunissy
Jika ada coba kirim 100 aja dulu, biar ana tau kondisinya.
Saya ruqiyyah tidak lebih dari 30 menit, hanya saja pulsa 50 ribu itu habis kurang dari 15 menit. Karena, kadang-kadang telpn putus saat ruqiyah berlangsung. Saya tidak tega membiarkannya dalam cengkraman jin, kadang saya telpn balik meski terpaksa pakai pulsa kantor.
July 2: Nesha Sulistiya
Oke. Mba nyuruh anaku ke counter dulu. Siapa tau masih ada yang buka.
Aku inbok dia di fb nya, balasanya “Jangan terlalu memikirkan saya katanya apalagi mencari penawar, bertobatlah dan do’akan aku katanya biar sembuh total”. Aku malah nangis ustad membacanya,
July 2: Nuruddin Al Indunissy
Iyah, begitulah hati seorang beriman
Dia bahagia, meski sebentar lagi mungkin meninggalkan dunia ini.
July 2: Nesha Sulistiya
Aku ingin bahagia bahagia seperti dia, tampa di kejar-kejar rasa bersalah, apa kuncinya?
July 2: Nuruddin Al Indunissy
Berusaha jujur, meski itu pahit. Bersabar meski sukar, dan teruslah berjalan menuju ALLAH meski banyak rintangan dan kepedihan. Dan semua itu harus dimulai dengan bertaubat.
Selengkapnya baca buku saya, please.. waktu saya tidak banyak untuk bicara di facebook. Insya ALLAH tidak akan menyesal, buku itu memang di setting untuk simulasi hati dan fikiran bagi mereka yang ingin kembali. Insya Allah.
July 2: Nesha Sulistiya
Nasehat itu terdengar mudah namun sukar tuk di jalani, ustad. IngsaAlloh saya akan baca bukunya, gak tau. Kata dia, aku dibeliin bukunya kang NAI, tapi aku sekarang pulang. Jadi gimana?
July 2: Nuruddin Al Indunissy
Oh iya ustad, kata Aisyah “Tenang, buku di kirim ke madura”. Dia memang baik ustad, pulsa besok aja karena udah beberapa konter tutup.
July 3: Nuruddin Al Indunissy
Ana tunggu, ana mau telpn Aisyah Nursyifa
July 3: Nesha Sulistiya
Iya nanti agak siangan yah ustad.
Kok aneh yah barusan saya coba telpn Aisyah dari wartel, kok dia gak kenal aku? Lalu di tutup, terus terusan begitu, lupa dengan suara saya kali?
July 3: Nuruddin Al Indunissy
Dia itu saat ini hampir gila atau kadang-kadang gila. Ini karena rasa sakit yang tidak tertahan, dan mulai mengganggu system syaraf.
July 3: Nesha Sulistiya
Ya ampun jangan sampai gila, saya minta alamat kemarin tuk obat penenang, tapi jawabanya gak usah, dari dokter juga numpuk. Betul aku merasa belum tenang kalau dia belum sembuh total.
July 3: Nuruddin Al Indunissy
Iya, makanya butuh bimbingan
Ustad dia mungkin marah yah krn beberapa kali di tlp jawaban nya gak kenal terus,
Selang satu jam tetep gak kenal,
July 3: Nuruddin Al Indunissy
mungkin dia gila ukhti, makanya harus cepat.
Jika mau transfer ke no XL aja, 087748346458
Soalnya yang simpati sudah ana isi buat keperluan KANTOR
****&****
June 29: Aisyah Nursyifa
Khi nai, sungguh LUAR BIASA.
Tadi malam, dari isya sampai subuh aku di Haram memohon perlindungan-Nya. Pertama berangkat menggigil terus. Karena di barengi Mutowa takut gak kuat jadi pas thowaf pun di dampi beliau. Saya mampu sadar ketika thowaf dari putaran pertama hingga ke 7. Terasa banget bahwa jiwa ini ada yang pegang, dan satu persatu melepaskan ku. Mudah mudahan ini yang di namakan Keajaiban.
June 29: Nuruddin Al Indunissy
Insya ALLAH.. do’a itu akan memagarmu. Siapa nama Mutawwa itu?
June 29: Aisyah Nursyifa
Aamiin ya robbal alamiin. Nama beliau adalah SYEKH MAHMUD ABDUL GHOFUR AL KOHTHONI. Terimakasih telah memberi ramuan pagar tuk saya Description: :)
June 29: Nuruddin Al Indunissy
INGAT BUKAN SAYA YANG MEMAGAR. Niatkan kembali, perbaharui niatmu, bahwa PENJAGAAN ALLAH lah yang MAHA SEMPURNA. Agar tauhidmu kokoh.
June 29: Aisyah Nursyifa
Aamiin,Tiada yang lebih sempurna penjagaan nya selain Alloh Jalaluhu. Kita hanya berdo’a dan berharap terus berusaha, ia kan?
……
08.30 PM
Pasuruan 30 June, 2012
Saat itu team Rehab Hati yang ikut roadshow sampai di pasuruan, kami bertemu akh Muhammad Ihsan untuk bersilaturahmi. Sebenarnya banyak sahabat yang mau ditemui, termasuk Akh Epi Abdul Haris dari Papua yang saat itu ada di surabaya. Sayang kami tidak bertemu, saat itu kami bisa beristirahat hingga tengah malam untuk kemudian pulang lagi ke Jakarta.
Sekitar jam 11 malam, saya terlelap dan Hanphone yang sedang di charge berdering. Waktu itu kang Eddy Gendang atau Akhi Nando yang mendekatkan ke telinga saya, karena Akhi Ridho yang juga ikut rombongan ikut terlelap sesaat.
+966504768xxx
Syifa: “Kang nai.. ini kang nai kan?”
+6287748346458
NAI: “Iyah.. ada apah?”
+966504768xxx
Syifa: “Kang nai cape yah.. aku telpn besok aja yah?”
+6287748346458
NAI: “Enggak, sok.. silahkan. Sekarang aja” Jawabku dalam keadaan mata terpejam.
+966504768xxx
Syifa: “Bener ga apa-apa?
+6287748346458
NAI: “Iyah, ukhti”
+966504768xxx
Syifa: “Ada telpn dari no asing dihapeku, waktu aku angkat ada suara nenek –nenek. Aku ga tau apa yang dia katakan, bahasa indo bukan, bahasa jawa juga bukan, bukan bahasa sunda atau bahasa arab, bahasa ingris juga bukan. Tapi kepalaku pusing berat dan ucapan itu terus mendengung dengung. Itu apa akhi?”
+6287748346458
NAI: “Allahuakbar! Benar-benar nenek itu telah bersekutu dengan iblis. Itu adalah mantra, jin-jin dia tidak bisa datang lagi karena telah ada pagar. Hingga dia langsung membacakan mantra itu ditelinga antum. JANGAN DIANGKAT DAN GANTI NOMOR HP”.
+966504768xxx
Syifa: “Suara itu sekarang mendengung-dengung.. H… Hiih..”
Diujung, Aisyah seperti ketakutan dan batuk  berat. Sepertinya karena ucapan takbir tadi. Setelah itu hp mati, dan aku tidak berdaya. Karena benar benar tak ada pulsa saat itu. Dan aku tidur lagi.
……
July 2: Aisyah Nursyifa
Assalamualaikum. Kang nai bila tak merasa terganggu ana mu nelphone lagi.
Kapan pun kang nai baca pesan ini tolong miscall saya.
July 2: Nuruddin Al Indunissy
Silahkan, tak usah janjian dulu
July 2: Aisyah Nursyifa
Kok no kang nai ga aktif terus?
July 2: Nuruddin Al Indunissy
Coba lagi. Kapan saja ana ada, kondisi antum baik khan?
Kata si nenek sihir itu, dia nelpn untuk mengusir JIN yang mengganggu teteh
July 2: Aisyah Nursyifa
Alhamdulilah membaik sedikit walau agak miring.
Memori otak saya tak tahan lama, cepat lupa susah ingat. Ni lagi normal, mudah mudahan gk gila beneran.
Sejak saat itu gak kambuh lagi. Walau kambuh bisa diobati dengan obat penenang gak kayak kemarin-kemarin. Jin nya dah gak ada kok gak perlu di usir. Alhamdulilah.
July 3: Nuruddin Al Indunissy
Alhamdulillah, jika mau telpn, ke no simpati ya.
July 3: Aisyah Nursyifa
Ana baru pulang, insyaAlloh nanti sore bila gak lupa.
Gak tau yah, kalau lagi sadar hati suka bertanya-tanya “Kenapa penyesalan tak datang di awal cerita, tapi pasti di ujung” Tapi aku telah menanamkan nasehatmu dalam-dalam ”Bahwa manusia itu tak akan lepas dari taqdir-Nya ”
July 3: Nuruddin Al Indunissy
Antm mau pulang kapan?
July 3: Aisyah Nursyifa
InsyaAlloh secepatnya, bila hasil tesnya bagus. Mohon do’a nya aja akhi.
July 3: Nuruddin Al Indunissy
Antum tidak laporan kondisi antum bebrapa hari terakhir, ada apa?
Ceritanya sedang ana tulis, dengan mengubah nama teteh jadi Aisyah Nursyifa dan si mba itu menjadi Nesha Sulistya
Mudah-mudahan menggugah banyak hati ya teh, insya ALLAH.
July 3: Aisyah Nursyifa
Subhanalloh. Aduh…saya bingung di campur malu tuk bilang.
Ketika nelephone terakhir di pasuruan, suara kang nai terdengar lemah dan leumes capek. Di situ saya janji gak akan menggangu lagi.
July 4: Nuruddin Al Indunissy
Oh.. saat itu ana memang lagi tidur, insya ALLAH kapanpun ana siap.
Saya berjanji untuk diri saya sendiri bahwa saya harus menuntaskan semua ini. Ada pulsa ga, saya ingin tau kondisi antum sekarang.
July 4: Aisyah Nursyifa
Udah tuntas kok jangan takut.
Sebelum sms kemarin itu, saya gak kuat, tiba-tiba banyak makhluk berdatangan dengan suara nenek itu. Ku coba telephone kang nai malah gak nyambung, ketika bangun saya sudah ringkus lagi di kamar. Sejak saat itu, beberapa hari ini dari pada ingatnya sering lupa ya?
Kalau lagi ingat 4 jam paling kuat, di situ saya masih membaca pagar itu dan udah 3 hari ini badan saya berkeringat terus-terussan dan bau busuk, kemarin malam di bawa di tes ke jedah. Disuruh membaca, menulis, menghitung, aku turuti semuanya karena kata umi kalau menurut akan di pulangkan segera. Tapi pas kepala saya mau di setrum mesin itu, saya berontak memohon gak mau.. tetep gak ada yang dengar, dan akhirnya saya gak sadar selama 4 jam. Nah hari ini cuma agak mendingan gak ngomong sendiri. Cuma tadi 3 jam.
July 4: Nuruddin Al Indunissy
SUBHANALLAH!
July 4: Aisyah Nursyifa
Oh iyah Mutowwa itu ngasih amalan dzikir yang di baca setiap selesai solat. Bagaimana menurut kang nai, dzikirnya begini:
~ Baca bismilah
~ Robbi inni maghlubun pangtasir
~ Inna fatahna laka fatham mubina
~ Nasrum minalloh wafathng qorib wabasyril mu’minin
Itu semua di baca 3 kali, tiupkan ke air zam zam, terus baca:
~ Ya huu wujuulloh
~ Yahuu sifatulloh
~ Yahuu sirrulloh
Itu di baca 100 kali tiupkan ke air, airnya pake mandi minum campurkan tuk wudhu, katanya insyaAlloh dengan izin Alloh bila aku membacanya dengan aqidah yang kuat penyakit itu akan keluar dengan sendirinya. Dan itu sudah ku lakukan 3 hari 3 malam, sejak itulah badan ini keringatan terus.
July 4: Nuruddin Al Indunissy
Insya ALLAH baik, tapi JIN JIN itu belum keluar semua.
Jika mungkin sering-serign telpn saya.
July 4: Aisyah Nursyifa
Jin jin? Jadi saya ngaji solat itu tak mampu mengusirnya? Sia-sia belaka, akankan semua ini berakhir, aku capek… capek!
Akhi..
Aneh terasa ngantuk berat, tapi mata susah terpejam.
July 4: Nuruddin Al Indunissy
Saudariku, Shalat itu kebutuhan. Bukan kewajiban, itulah letak kesalahannya. Antum menganggap shalat itu kewajiban yang harus digugurkan. Tidak. Kita butuh dekat dengan Allah, dekat-sedekatnya, dan disaat sujudlah saat paling dekat.
Bukan shalat yang sia-sia, bukan ngaji yang sia-sia. Justru dengan shalat, derajatmu semakin naik. Dan ketika derajat hamba itu meninggi keatas langit, maka udara itu tidak diam. Disana ada badai menghembus! Meninggilah saudariku, meninggilah meski sesak.
Sahalat itu do’a, saudariku.
Disana kita harus mengerti apa yang kita minta, meski Allah Maha Tahu.
Baca ini setelah selesai shalat.. hanya do’a biasa dari ana, baca dengan suara yang lantang.
Ya ALLAH..
Wahai RABB YANG MAHA MENDENGAR..
Dengarkanlah do’a hamba-MU yang teraniyaya ini ya Rabb
Duhai RABB yang MAHA GAGAH, tunjukanlah DZAHIR KEKUASAANMU kepada hamba-MU yang lemah ini
Ya Allah! Yaa Bathin..Ya Allah YANG MAHA GHAIB, sesungguhnya semua JIN yang menggangguku ini tidak akan terjadi tanpa SEIZINMU. Maka kabulkanlah do’a hamba-MU ini ya RABB, bebaskan aku dari rasa takut
Ya ALLAH ya Mukmin ya Muhaimin, LINDUNGI dan AMANKAN hambamu Yang lemah ini. ALLAHUMMA SHOLLI ALA SAYYIDINNA MUHAMMAD! ALLAHUAKBAR! ALLAHUAKBAR! ALLAHUAKBAR!
July 4: Aisyah Nursyifa
Ya Alloh do’a itu slalu ku jeritkan sehabis solat, di setiap rintihan rasa tusukan itu, mungkin kesabaran dan keyaqinan ku harus di tingkatkan lagi. Aku tak habis pikir kenapa Abuya menahanku terus disaudi, aku harus ngomong apa khi, tolong kasih tau?
July 4: Nuruddin Al Indunissy
Masha Allah.. gerombolan masalahmu mengagumkan. Allah meninggikan derajatmu, saudariku.
Oh iya, kenapa tidak bilang saja dengan lantang; “Saya mau balik!”
Kenapa dia masih menyiksamu?
July 4: Aisyah Nursyifa
Sebulan ini aku gak kerja, terus kalau minta pulang alasan nya nanti bila sudah sehat total. Lah jadi kalau aku tak sehat gak pulang, jawaban Umi; “Bersyukur kalau kamu mati di sini krn di solatin di haram,dan menjadi mujahidah,
Gitu jawaban nya,
Alhamdulilah perutku gak sakit lagi.
Akhi, barusan saya sms akhi Ridho, tolong kompirmasi pesanan buku kang Nai. 5 yang di kirim ke Jedah plus 2 kirim ke Brunai, dan 2 ke Bandung. Agar mereka membaca, dan mersakan indahnya Islam seperti yang aku nikmati. Biar ana bayar langsung dari sini.
July 4: Nuruddin Al Indunissy
Ukhti, percuma sabar jika ujungnnya mengeluh
Percuma saja selama ini ana berusaha menyembuhkan antum, jika pada akhirnya antum meninggal dalam keadaan keluh kesah. Jadi sekali lagi SABAR! kuatkan hati agar ketauhidan itu semakin KOKOH
Mengenai pesanan, BESOK ana titipkan ke ustad Mas’ud (Beliau penerbit buku RH yang juga tinggal di Riyadh) beliau singgah di indonesia 2 hari, dan lusa balik lagi ke Riyadh.
Insya ALLAH beberapa hari lagi buku datang, ana lagi ngatur siasat bagaimana caranya bertemu beliau di Jakarta. Hari ini ana keseret-seret nih, ustad Mas’ud itu penting, pesanan antum itu penting, dan ada request tanda tangan di buku pesanan ukhti Ineu di Villa bogor buat kiriman ke Jerman. Team ana lagi terguncang juga.
Jangan terlalu risau mengenai Abuya, yang menahan teteh pulang karena ingin yang terbaik untuk teteh. Jikapun niatnya tidak begitu, tentu KEHENDAK ALLAH itu lebih baik.
July 4: Aisyah Nursyifa
Ya itu ketakutan saya takut saya gak bisa sabar. Terus malu dengan semua ini merepotkan semua orang, mengganggu kang nai terus padahal sangat sibuk, membuat hawatir sanak sodara yang jauh, padahal aku gak mau menjadi beban mereka.
Bukan kah lebih baik saya di pulangkan,agar pengobatan apa pun lebih gampang, setidaknya ada keluarga di samping, kalau di sini?
Aku gak mau mengeluh ah berusaha semampu mungkin, untuk bisa sabar dan itu harus bisa.
Ternyata cerita ini sudah di publish di wall, ya kang?
Kenapa secepat ini, Yaa Alloh..
July 4: Nuruddin Al Indunissy
Belum dipublish teh, karena ceritanya ana rasa belum selesai. Keajaiban yang ana yakini itu belum Dzahir. Jadi “The Miracle Of Tauhid” yang diwall ana itu hanya bentuk promosi atau rancangan catatan. Seperti kisah-kisah besar yang ana temui, di iklankan dulu agar banyak yang menanti dan baca.
Tidak usah risau mengenai catatan kisah ini.
INSYA ALLAH BANYAK HIKMAHNYA BAGI ORANG BANYAK teh, insya ALLAH banyak do’a untukmu, insya Allah pahalanya terus mengalir teh. Mengaliri setiap jiwa yang terinspirasi untuk taubah, untuk menjadi baik dan TAHAN dengan ujian.
July 4: Aisyah Nursyifa
Kang NAI memang hebat, Aamiin insyaAlloh.
Tapi jika cerita ujungnya saya meninggal tolong jangan di tulis yah pilizzzz.
Malam ini kata umi mau di setrum mesin lagi, saya takut saya gak mau…
July 4: Nuruddin Al Indunissy
Mesin apa?
July 4: Aisyah Nursyifa
Seingat saya kemarin saya di dudukin di kursi, tangan dan kaki diikat. Lalu ada dokter membawa ke dua mesin terus di tempelin ke kepala dan membuat saya gak ingat apa-apa, pas sadar sangat pusing dan linglung, katanya itu pengobatan syaraf. Jin itu jahat banget kang..
July 4: Nuruddin Al Indunissy
Subhanallah! Kejahatan mereka tidak hanya itu teteh, itu hanyalah kejahatan kecil.
Saat Jin itu mampu menampakan diri pada manusia, maka saat itulah sebenarnya iman manusia dalam kondisi paling lemah. Justru semakin orang berilmu, jinnya semakin cerdas. Hingga iblis itu begitu halusnya! Bayangkan. Jika gangguan dzahir sejahat itu, bukankah gangguan halus akan lebih jahat dari itu? Iya, hanya saja kita tidak sadar.
Makanya Rasulullah Sholallahu Alaiyhi wa Sallam berpesan bahwa; “Musuh kita yang sesungguhnya itu Iblis”, Iblis dengan balatentara syaitan dan jin kafir suruhan manusia yang bersekutu dengannya. Makanya dukun tidak diterima diakhirat dan mempercayainya saja dosa besar.
Teteh ditangani dokter syaraf, karena ingatan teteh terganggu. Lebih tepatnya diganggu jin itu.
Sabar ya teh.
Ingat Allah tidak membiarkanmu, Allah tidak akan merugikanmu. Sedikitpun.
July 4: Aisyah Nursyifa
Tapi saya gak mau sengatannya itu, ampuun..
Tiga jam lagi berangkat, takutnya dari sekarang akhi.
Alhamulilah hari ini ingatan saya full, gak lupa-lupa sedikitpun.
Sabar sabar dan sabar, hanya itu yang ku bisa. Terus mencoba untuk pasrah sepasrah-pasrahnya.
July 4: Nuruddin Al Indunissy
Allah bersamamu ukhti
July 5: Aisyah Nursyifa
Akhi.. ini benar-bener keajaiban! Dan itu menyapaku tadi malam nyata di hadapanku dan kurasakan. MasyaAlloh benar yang kang nai katakan, kunci utamanya tauhid kita. Sampai dimanakah kekokohan tauhid kita? Dan ini nyata, nyata bahwa Alloh lebih dekat dari segalanya!
July 5: Nuruddin Al Indunissy
Sok cerita teh
July 5: Aisyah Nursyifa
Apa itu harus khi ?
July 5: Nuruddin Al Indunissy
Yah.. sekedar bagi-bagi atuh, jangan hanya dukanya ana harus tau sukanya juga ^_^
July 5: Aisyah Nursyifa
Tapi aku masih belum percaya, apakah ini keajaiban atau bukan?
Kemarin malam, aku gak mau pergi ke Jeddah. Dan abuya terus memaksa, lalu aku mengajukan syarat kepadanya. Aku mau pergi asal di antar dulu ke Al haram. Abuya pun menyetujuinya.
Kami pun sempat sholat Isya di masjidil Haram, dan seperti biasa aku membaca amalan wirid dari Syaikh Al Khatani dan pagar serta baca ayat-syifa dari kang nai itu, dan airnya langsung ku minum. Aku memohon pada Alloh di malam penuh barokah sya’ban ini, ketika tubuhku seperti terbakar saat minum air itu, aku memohon sama Allah; “Tunjukan padaku keajaiban seperti tubuh nabi Ibrahim Alayhisallam yang tak terbakar api, dan meminta kesabaranku seperti sabarnya nabi Ayyub Alaihi Sallam.
Jam 10 pun aku pergi ke Jedah, dalam mobil itu tiba-tiba keringat bercucuran di badan ku, dari setiap pori-pori kulitku keluar darah, tapi aku merasa dingin segar!
Mereka sempat hawatir karena wajahku aku lembab dengan darah, dari semua pori kulit, termasuk kepala. Setibanya di Rumah Sakit di Jedah aku langsung di tangani dokter itu bahkan di masukan ke ICU. Tapi aku tidak merasakan sakit sedikit pun. Yang aku ingat, disana datang beberapa doketr dan suster ke ruangan itu dengan membawa mesin setrum. Nah di situ saya gak sadar apa yang terjadi. Tapi aneh, setrum yang menyakitkan itu tak terasa apa-apa.
Baru jam 3 pagi aku sadar, Umi, Abuya dan ke 5 Dokter itu sudah ada di hadapan saya sambil senyum.  Lalu mereka bertanya satu-satu, nama ku siapa, ayah-ibu, nama Tuhan, nama Agama. Dan saya jawab semuanya dengan lancar. Lalu ada dokter wanita langsung memeluku dan mencium keningku. Katanya “Inti mumtaz, Inti ta’afat. Mabruk alaik ya bintiy…”.
Saya masih bengong dan umi pun bilang “Kamu sembuh total nak. Kamu tidak gila, bahkan penyakit mu sembuh perlahan-lahan”,
Di situ aku tak kuat menahan air mata sunggh ini keajaiban luarrr biassa kang, dan aku terus sujud syukur, semua Dokter pun keheranan bertanya-tanya apa yabg terjadi. Mereka bertanya padaku, apa yang ku lakukan di rumah? Minum obat apa dan berobat kemana?
Saya hanya jawab; “Aku hanya di bacakan beberapa ayat suci Al qur’an oleh seseorang, tapi ketauhidanya kuat”. Dokter pun semua mengucapkan do’a dan mengucapkan selamat atas kesembuhan ini. Baru disitulah saya yaqin bahwa pertolongan Alloh akan ada. Dia dekat, sedekat kita mendekatinya. Dan itu sangat ku rasakan kedekatan-Nya, aku tak merasa sakit ketika di setrum!
Saya bahagia, sangat bahagia. Bingung mau ngucapin apa karena ini syareatnya atas pertolongan kng NAI kemarin, haqiqatnya Dia lah Allah Yang Maha Menjaga dan maha Menolong. Alloh Azza wa Jalla.
July 5: Nuruddin Al Indunissy
ALLAHUAKBAR! Lalu bagaimana dengan jin jin itu?
Demi ALLAH, waktu ruqiyah terakhir kemarin saya bentak dan suruh pergi.
July 5: Aisyah Nursyifa
Aku gak tau jin itu masih ada atau gak, yang aku rasakan sejak kemarin sadar aku merasa segar bahkan ingatanku full.
Kok aku gak merasa di bentak, kapan?
July 5: Aisyah Nursyifa
Kang nai bilang yah ma uchi, dia sms gini; “Alloh tidak akan menunggu hari esok untuk menurunkan keajaiban pada hambanya yang sabar”. Padahal aku tak bilang siapa-siapa, selain akhi sendiri. Aku hanya takut mereka khawatir.
July 5: Nuruddin Al Indunissy
Memang mengabarkan kebaikan untuk adikmu sendiri tidak baik hmm?
Yang saya bentak itu bukan teteh, tapi musuh-musuh Allah itu. Para jin-jin kerdil itu.
July 6: Aisyah Nursyifa
Bukan begitu khi, trimakasih aja mudah-mudahan ini bener-bener keajaiban.
Ini hari ke 2, penyakit lupaku tidak kambuh. Cuman keringat darah sampai sekarang belum berhenti. Ada perasaan khawatir dalam diri, penglihatan mata pun ngawur.
***&***
July 6: Nesha Sulistiya
Ustad maap 2 hari ini ipad saya ngaco, terus no HP yang bener mana nih yang mau di isi, apa ustad tau perkembangan kabar dia?
July 6: Nuruddin Al Indunissy
Alhamdulillah, dia udah sembuh total setelah berdoa di Alharam di malam nisfu syaban.
July 6: Nesha Sulistiya
Kok jawaban ustad tidak sama dengan yang saya terima dari ummi? Ustad tau dari mana?
July 6: Nuruddin Al Indunissy
dari Aisyah.
July 6: Nesha Sulistiya
Kata ummi mah hasil tes nya dia 100 % tidak gila.
Cuma penyakit yang ada di tubuhnya perlahan-lahan menyebar mendekati busuknya daging.
Keringat darah pun semakin banyak, kami, kata umi membohonginya supaya pikiran nya tenang, tekanan darah nya supaya normal, karena itu sangat membantu tuk kesembuhannya. Begitu kata ummi ustad.
July 6: Nuruddin Al Indunissy
masha ALLAH ^_^
…….
Hanya itu yang bisa ku ucapkan, dalam dadaku bersenandung…
Ya Rabb! Ternyata badai yang menerpaku, duri… yang menusukiku dari dalam ini tidaklah seberapa.
Jujur penerbitan buku Rehab Hati yang kususun dari catatan di Facebook selama 2 tahun ini berjalan mudah.
Meski katanya menerbitkan buku untuk seorang penulis baru itu tidak mudah, namun atas izin Allah semua mengalir mudah hingga buku ini benar-benar terbit. Namun justru masalah itu muncul dari tubuh team ku sendiri, tim yang aku anggap saudara sendiri. Angin prasangka kemudian merebak menggoyah-goyahkan kerasnya keyakinan ini. Hingga hampir saja aku ikut jatuh…”
…….
July 7: Nesha Sulistiya
Kalau tidak salah ucapan itu biasa di pake orang saudi ketika rasa kagum, kenapa ngucapin itu ustad? Senyum lagi? Aku mah justru malah tak tenang hati dan pikiran,rasa sesal pun masih ada,
July 7: Nuruddin Al Indunissy
Saya 2 tahun lebih tinggal di kota riyadh ukhti, tentu saja saya tahu dan bisa membedakan pemakaian kata “Subhanallah” dan Masha Allah. Masha Allah itu diucapkan untuk mengucapkan kekaguman.
Jujur ana kagum sama kalian berdua. Bahkan iri..
July 7: Nesha Sulistiya
Orang sekotor saya tak pantas di kagumi.
Ingin belajar jadi manusia baik ternyata susah.
Jujur aku iri pada wanita yang pake jilbab, tapi aku belum bisa.
Apalagi ketika masalah pertama lum selesai datang lagi yang baru,
Ketika semunya dah siap kenapa di acara pernikahan putriku lakinya tak datang,
Yang akhirnya putriku setres berat, apa ini hukuman buat ku dari Alloh
July 7: Nuruddin Al Indunissy
Bukan hukuman, itu adalah sambutan dari ALLAH ukhti. Ujian itu adalah sentuhan dari ALLAH langsung kepada kita, agar kita ingat kepada-NYA
July 7: Nesha Sulistiya
Sambutan agar aku ini lebih taat lagi gitu?
Apa yang harus ku lakukan?
July 7: Nuruddin Al Indunissy
Iya, sambutan dari ALLAH untuk menguji keseriusanmu di jalan barumu ini, apakah ukhti tetap menganggap ALLAH baik? Apakah ukhti akan tetap di jalan taubat ini?
July 7: Nesha Sulistiya
Masa lalu saya suram, ustad. Hanya harapan dan do’a agar Alloh mengampuni saya, saya akan terus belajar walau tetap tak paham.
July 7: Nuruddin Al Indunissy
Pertama, pake jilbab dulu.
Karena dosa tidak memakai hijab itu akan tetap dihitung dari masa kemasa disepanjang usiamu saat auratmu terlihat, itu aja dulu. Terus waktu adzan usahakan sholat.
July 7: Nesha Sulistiya
IngsaAlloh ku usahakan, walau gerah kayaknya. Solat pasti, tapi gak bisa khusu’.
July 7: Nuruddin Al Indunissy
Ingat gerah di dunia itu tidak seberapa dengan panas neraka, gerah itu hanya siang hari dan malamnya sejuk, akhirat itu tidak ada siang malam. Karena disana tidak ada matahari lagi, bahkan dihari mahsyar nanti tidak ada pepohonan, yang ada hanya hamparan memerah seperti roti panggang.
July 7: Nesha Sulistiya
Apa yang di maksud berjilbab harus semua?
Bukan kerudung aja kan? tapi pakaian juga, kayak nya aku harus terbiasa pakai baju longgar.
July 7: Nuruddin Al Indunissy
Jika berat, pakai kerudung aja dulu.
Tapi niatkan untuk memakai jilbab suatu saat kelak, agar sisa umur itu tidak lewat begitu saja.
July 7: Nesha Sulistiya
Oke, ustad makasih yah
Kok dia tak blz inboku yah
July 7: Nuruddin Al Indunissy
Mungkin dia sakit
July 7: Nesha Sulistiya
Tapi saya janji akan mengabulkan apa kemauan ustad krn menolong saya, ustad mau apa?
Wahh kemarin malam dia sempat bls inboku katanya sehat dan segar mba, masa sekarang sakit?
July 7: Nuruddin Al Indunissy
Saya tidak mau apa apa. Senang mengenal kalian, darinya ana bisa belajar.
Kemauanku, bersabarlalah saatnya nanti kesulitan atau ujian menerpa bahumu yang mulai kelelahan dengan usia.
July 7: Nesha Sulistiya
Betapa mulia kemauan anda ustad, tapi justru kemauan anda hal yang sangat sukar saya kabulkan.
July 8: Nuruddin Al Indunissy
Jika ada sesuatu yang ingin kau persembahkan untuk dakwahku, untuk penyebaran buku ini, maka silahkan. apappun yang bisa kau beri bisa dialamatkan ke kantor saya disentul.
July 8: Nesha Sulistiya
Ingsaalloh saya akan memberikan sesuatu tuk ustad, walau tak seberapa, jika semua sekelumit masalah yang ku hadapi selesai. Mohon do’a nya aja, ternyata ke 6 anaku kelakuan rusak. Mereka dimusuhi masyarakat. Ustad, kenal dengan kg nai yang disebut-sebut Aisyah? Terus apa benar dia sehat?
July 8: Nuruddin Al Indunissy
kg nai = Kang NAI = >> NAI: Nuruddin Al Indunissy
^_^
July 8: Nesha Sulistiya
Ya Ampun jadi itu ustad sendiri. Cuma di singkat, betapa begonya saya ini.
Aku mau tanya apa dia inbok ustad, satu jam lalu aku coba telephone dan di angkat, tapi ngomongnya gak jelas, dan dia pun menangis, apa benar dia sehat?
July 8: Nuruddin Al Indunissy
Wallahu Ta’ala ‘Alam
Ana ga tau
July 8: Nesha Sulistiya
Aku tanyakan langsung pada ummi, ternyata dia udah dua hari nyeri tenggorokan, dan dari tadi siang bicara pun sakit, kenapa ia bohong?
Nesha Sulistiya: Ustad tadi aku kirim pulsa untuk telpon Aisyah, tolong tanyain kabarnya?
Jujur aja aku belum tenang kalau dia belum sembuh total, karena sakit tenggorokan itu tanda reaksi racun itu, yang lama-lama dia gak bisa bicara.
July 8: Nuruddin Al Indunissy
Dia tadi telpon koq, terdengar senyumnya.
Alhamdulillah. Tapi sepertinya sambil nahan sakit tenggorokan.
Allahurobbunakariim.. Jahat sekali racun itu, udah bikin busuk, bikin gila dan bikin ga bisa bicara dengan menghancurkan rongga tenggorokannya hingga membusuk?
July 8: Nesha Sulistiya
Yah gimana lagi atuh, untung ini mah masih hidup jadi bisa di obatin. Dulu ibu saya mah reaksi pertama bulan 1 perut dan muntah darah, bulan ke 2 pertama lupa-lupa dan sering melamun, di situ tenggorokan sakit bengkak perlahan-lahan daging nya busuk. Makanya bulan ke 5 meninggal. Tapi Aisyah udah setahun ini masih hidup.
July 8: Nuruddin Al Indunissy
Innalillahi…
July 8: Nesha Sulistiya
Terus apa dia tadi tak ngaco ngobrol nya?
Ngomongin saya gak? Dan apa bengkak tenggorokan nya?
July 8: Nuruddin Al Indunissy
JIN JIN nya udah tidak ada, hanya saja effect tenggorokannya semakin buruk.
Enggak ngomongin antum koq
July 8: Nesha Sulistiya
Haduh gimana yah, tapi kenapa setiap di tanya saya sehat sembuh. Mungkin hanya keajaiban Alloh lah yng membuat dia sembuh. Aku tak bisa apa-apa lagi selain berdo’a ustad.
July 8: Nuruddin Al Indunissy
Iyah, berdo’alah. Karena JIN JIN itu sudah diusir 2 hari kemarin. Kayaknya tidak bisa kembali lagi karena udah dipagar
dan disakiti.
July 8: Nesha Sulistiya
Jangan mudah di bohongi oleh jin itu.
Setau saya jin itu akan keluar kalau dengan ahlinya.
Bahkan pura pura sembuh. Dulu ada kiyai banten mengobati ibu saya. Eh malah malik masuk jin nya ke ki yai, dan seharian kiyai itu lemas.
July 8: Nuruddin Al Indunissy
JIN itu akan ketakutan denger suara saya aja, dan 30 menitan tadi tidak ada reaksi apa-apa
Saya jamin
July 9: Nesha Sulistiya
Alhamdulilah kalau begitumah. Tapi krn dia gak pernah jujur pada saya. Tolong ustad tanyakan perkembangan kesehatan nya, dan bilangin ke saya.
July 9: Nuruddin Al Indunissy
Iya, insya ALLAH
July 9: Nesha Sulistiya
Makasih yah. Gak ada yang tau kan selain aku ustad dan dia.
Seaandinya nyawa Aisyah melayang, saya rela di laporkan ke polisi oleh keluarganya.
July 9: Nuruddin Al Indunissy
Keluarganya sudah saya JAMIN untuk tidak buat apapun atau balas dendam, karena itu tak ada gunanya dan mereka insya ALLAh sudah sadar.
July 9: Nesha Sulistiya
Ustad tau dari mana, keluarga mana yang ridho saudaranya di sakiti?
Apa ustad tau akun facebooknya atau no hp nya saya akan telephone langsung dan minta maap. Aku mau denger langsung dari mulut mereka.
July 9: Nuruddin Al Indunissy
Kakaknya yang dibrunai. Dia marah-marah ketika tau
Dan mau nuntut, waktu itu Aisyah minta tolong saya untuk menenangkan kakaknya itu
Dan saya telpn. Alhamdulillah dia tenang dan janji tidak akan nuntut, malah dia pesen buku ana. Hehe.
Udah lah jangan risaukan itu, yang penting, kmu JANJI untuk taubat dan SABAR dengan konsekwensi taubat. Udah berkerudung belum?
July 9: Nesha Sulistiya
Wajar lah kalau seorang kaka marah besar.
Mudah mudahan memang ini hidayah buatku.
Justru satu hari ke pasar pake kerudung banyak yang ledek.
Kesamper petir apa katanya.
Saya malu banget ustad
July 9: Nuruddin Al Indunissy
Itulah jalan orang beriman, selalu dicaci
Jawabnya; sabar, karena sabar itu tak ada batasnya
batasnya hanya ada disana, di dekat pintu syurga dalam naungan keridhoannya
July 9: Nesha Sulistiya
Apa arti sabar dan ikhlas ridho sama?
Dari tadi saya kirim inbok,komentar di statusnya gak balas,
Jangan jangan ustad bohong dia ketawa-ketawa?
July 9: Nuruddin Al Indunissy
saya ga suka bohong
July 9: Nesha Sulistiya
Maaf saya percaya ma ustad,
Di beranda saya ada catatan NAI, apa itu?
Koq saya gak bisa komen?
July 9: Nuruddin Al Indunissy
Cattan NAI itu forum atau asuhan ana, membernya ada sekitar 7000 lebih. Nanti ana gabungin, karena sebelum bergabung tentu ga bisa comment.
July 9: Nesha Sulistiya
Hah 7000 ribu itu semua murid ustad?
Kalau bikin tausiah jangan dalem-dalem, biar saya paham
July 9: Nuruddin Al Indunissy
Bukan semua murid, dan mereka tidak memanggil saya ustad. Awalnya mereka adalah kumpulan sahabat yang senang dengan tulisan ana. Kemudian mereka membawa sahabat-sahabat dekatnya, coba klik https://www.facebook.com/groups/pena.nai/
July 9: Nesha Sulistiya
Oh iya, apa Aisyah ada di sana?
Karena aku malu tuk masuk gak ada yang kenal.
July 9: Nuruddin Al Indunissy
Aisyah ada…..

“Kisah nyata Dirukyah oleh Malaikat Rahmat”
“Jika ruh keyakinan itu telah mengerucut dan membentuk prisma tauhid yang mengerucut ke langit, maka disana tidak ada lagi rintangan. Anda akan enggan melirik kanan atau kiri yang gelap, karena yang anda lihat adalah cahaya di depan sana. Disana ada cahaya yang tidak pernah mati, kekal dan Abadi”.
Tauhid yang Kokoh & Disiplan Iman adalah modal Sejati bagi seorang Mukmin. Selanjutnya hanya ada dua pilihan, Melangkah dan Menciptakan Keajaiban atau terus Diam. Keteguhan hati adalah modal luarbiasa yang akan mendorong kita terbang meninggi, meloncati setiap rintangan dan menembus batas batas ketidakmungkinan. NAI

“Subhanallah, walhamdulillah. Masih ingatkah kisah turunnya malaikat Jibril yang membersihkan hati Rasulullah Sholallahu Alaiyhi wa Sallam? YA IKHWATAL IMAN SAKSIKANLAH! Akhirnya kejaiban itu benar-benar turun! Siapakah yang percaya jika diantara gemuruh kemaksiyatan yang menodai bumi ini, sosok cahaya turun dari langit dan menyentuh langsung satu hamba Allah yang dimuliakan!”

July 6: Nuruddin Al IndunissySyifa, gimana kabarnya hari ini?
July 6: Aisyah Nursyifa
Alhamdulilah membaik. Cuma tenggorakanku semakin sakit dan susah menelan. Kang NAI ini kayak dokter pribadi saya aja?
July 6: Nuruddin Al Indunissy
Aku hanya ingin memastikan engkau tetap bersyukur. Apapun itu.
July 6: Aisyah Nursyifa
InsyaAlloh tenang aja, hidup itu untuk di nikmati dan di syukuri. Kan nasehat di catatanmu itulah yang membuatku gigih; “Rasa sakitnya dunia belum seberapa bila di bandingkan sakitnya kematian, dan kematian itu bukanlaha akhir. Namun pintu-pintu yang membukakan keabadian, sebuah negeri yang bernama Akhirat”.
Trimakasih juga selama ini telah menaburi benih-benih ketauhidan kepada saya, walau saya belum bisa seperti kang nai, keyaqinan saya masih teramat lemah.
July 6: Nuruddin Al Indunissy
Demi ALLAH! Hanya Tauhid itulah yang akan membuat manusia beralasan untuk masuk syurga dalam keridhaan-NYA.
July 6: Aisyah Nursyifa
Aamiin ya robbal alamiin
Mudah – mudahan kita semua masuk syurga.
Akhi, boleh tanya sesuatu lagi?
July 6: Nuruddin Al Indunissy
Aamiin. Boleh silahkan
July 6: Aisyah Nursyifa
Apa benar mba Nesha pernah membunuh mertuanya?
July 6: Nuruddin Al Indunissy
Iya
July 6: Aisyah Nursyifa
Astagfirulloh, naudzubilah!
Gimana ceritanya? Pantesan dia di kejar-kejar kebimbangan terus.
July 6: Aisyah Nursyifa
MasyaAlloh tiap hari pasti ada kejutan yang menyenangkan.
Setelah 2 kali tes syaraf, nanti malam mau penyedotan darah. Ada-ada aja acaranya dokter.
Besok kejutan apalagi yah?^_^
Pasti ku sambut dengan bahagia!
July 8: Aisyah Nursyifa
MasyaAlloh si mba Nesha ini sekarang rajin komen yah di status aku. Bener, ana ta’jub!
July 8: Nuruddin Al Indunissy
Dari awal cerita ini pun, beliau memang datang untuk minta bimbingan taubat. Makanya ana sambut, apapun masalalu dia.
Bahkan kemarin-kemarin ketika ia mulai sedikit memahami dan mantap dijalan taubah itu ia sempat bertanya; “Ustad mau minta apa?” Dan saat itu saya jawab; “Saya hanya ingin kamu sabar dalam taubat ini, karena jalanan terus menanjak dan tidak mudah”
July 8: Aisyah Nursyifa
Masa sih? Bener-bener hebat mungkin itu yang di namakan taubatan nasuha. Kenapa permintaannya itu gak dijawab, gak minta sesuatu yang berharga gitu? Itu kehebatan kang NAI merubah hati seseorang menjadi istiqomah di jalan Alloh?
July 8: Nuruddin Al Indunissy
Itu kehebatan ALLAH
July 8: Aisyah Nursyifa
Kang nai, boleh minta bacaan do’a untuk saya dalam kondisi ini?
July 8: Nuruddin Al Indunissy
Ya Mukmin Ya Muhaimin..
Wahai ALLAH yang Maha Menjaga dan Maha Mengamankan
Lindungilah Hambamu yang teraniyaya ini dengan Perlindunganmu Yang Sempurna
Aamiin
Itu aja teh, saya mah gak biasa baca do’a aneh-aneh. Apalagi tidak paham isinya.
July 8: Aisyah Nursyifa
Cuma itu? Terus kalau seandainya semua Asmaul Husna di baca?
Tapi tampa membaca ma’na nya?
July 8: Nuruddin Al Indunissy
Inti dari do’a itu YAKIN, dan yakin itu tidak akan hadir tanpa adanya PEMAHAMAN, pemahaman tidak akan muncul tanpa TAHU apa yang kita minta. Jika teteh paham makna seluruh Al Asmaa’ul Husna itu lebih bagus, cuman jangan dijadikan wirid! Wirid sama Dzikir itu beda, kalau Dzikir itu MENGINGAT dan wirid itu ada batasan-batasan hitungan. Semisal 2000, 3000.. dan wirid-wirid seperti itu pekerjaan Ahlul Bid’ah dan Musyrikin! Mereka tidak menyadari jika saja apa yang mereka baca itu adalah “pasword” atau kata kunci atau mahar untuk mengundang JIN! Pantas saja mereka jagoan dalam waktu instant, berkekuatan, karena yang memberikan kekuatan kepada mereka adalah ribuan Jin. Mereka bodoh, karena justru jin-jin itu juga memberikan kekuatan atas Izin Allah. Kenapa tidak meminta kepada Allah saja?
Inilah inti dari kisah yang saya mau ungkap dalam buku ke 2 nanti, bagaimana seorang manusia itu GAGAH dengan bersandar sepenuhnya sama Allah yang MAHA GAGAH! Hanya kepada Allah, hanya Satu. Ahad.. Ahad.. inilah makna tauhid secara sederhananya teh. Jika teteh yakin, maka tetehpun bisa membentak JIN itu dan insya Allah mereka kabur pontang-panting.
Makanya, kadang saat meruqiyah teteh. Ana gak baca apa-apa, kadang baru bangun tidur ada telephone. Dan ketika suara teteh telah berubah, saya langsung baca ta’awudz dan MEMBENTAK BENTAK jin itu. Suara jin itu biasanya gementaran lalu kabur. Itu adalh effect dari keyakinan, efect dari prisma ketauhidan yang mengerucut ke langit. Wallahu’alam.
July 8: Aisyah Nursyifa
Subhanallah! Dari tadi saya bengong, seingat saya mah setiap nelephone cuma ingat di awal bilang halo saja. Kesana mah amblas, eh ternyata jinnya yang ngomong.
July 8: Nuruddin Al Indunissy
Oh.. Jadi selama ini yang teriak itu mereka semua ya?
Kirain suara teteh yang kesakitan sama jin itu?
Oh ya teh, untuk tenggorokannya itu EFFECT dari racun.
Baca ayat Fatihah dan tiupkan ke zamzam dan mohon pertolongan ALLAH untuk MENYEMBUHKAN TENGGOROKAN ITU, jika mungkin secepatnya.
July 9: Aisyah Nursyifa
Kang nai ada-ada aja. Mentang-mentang ana kena racun semua dari racun. Ini mah cuma radang biasa.tapi udah saya lakukan kok. Gak ada perubahan. Cuma salep yang di oleskan ke leher.
July 9: Nuruddin Al Indunissy
Jika ana jujur, ana takut antum tak sanggup mendengarnya. Makanya lakukan apa yang ana sarankan aja
Dan ana sangat tidak senang dibohongi teh, sekecil apapun, makanya tidak suka ngebohong.
July 9: Aisyah Nursyifa
Katakan saja, apa maksudnya?
Alhamdulilah sudah kok di laksanakan.
July 9: Nuruddin Al Indunissy
Salah satu effect racun itu membuat korbannya gak bisa bicara alias bisu sebelum kematiannya tiba. Mudah-mudahan ZAM ZAM itu menghaluskannya seperti keajaiban sebelumnya.
July 9: Aisyah Nursyifa
Astagfirulloh.. pantesan, jujur aja, dari tadi nelphone tenggorokan ini sakit, bicara pun kaku, tuk nelan air saja saya susah, malah muntah lagi.
July 9: Nuruddin Al Indunissy
Tetap sabar dan tegarkan hati
Jika bisa rehat/tidur
Rehatlah
July 9: Aisyah Nursyifa
InsyaAlloh makasih ya, kejutan ini indah untukku. Gak apa-apa walau suara ini hilang, yang penting ingatan saya normal. Tidur saya biasa terlelap bila di bantu dengan obat. Aku mohon jangan bilang masalah ini ke uchi dibandung.
July 9: Aisyah Nursyifa
Jangan anggap ni keluhan ya kang, ku minta nasehat agar hati dan pikiran ini tenang. Jujur dari tadi berbagai cara di lakukan, timbul perasaan gelisah benci, dan bertanya tanya kenapa harus setahap-setahap, gak kebayang aja aku bisu. Aku benar-benar butuh kesejukan, tolong nasehati aku.
July 9: Nuruddin Al Indunissy
PERCAYALAH KEMBALI KEPADA ALLAH
Dan air itu adalah obat yang universal, teruslah berdo’a dan kuatkan keyakinan, bahwa semuanya hanya akan terjadi atas kekuasaan ALLAH.
July 9: Aisyah Nursyifa
Aamiin ya robbal alamiin.
Ya mudah-mudahan ada keajaiban lagi.
July 9: Nuruddin Al Indunissy
Insya Allah
July 9: Aisyah Nursyifa
Kang nai tolong cepat hitung utang saya, mumpung nafas saya masih ada?
July 9: Nuruddin Al Indunissy
Hutang apa? Antum ga punya utang sama ana koq?
July 9: Aisyah Nursyifa
Itu buku kemarin yang 8 lum bayar?
Biar cepet di trasper, berapa jumlahnya
July 9: Nuruddin Al Indunissy
Bukunya sudah saya kirim, sudah sampe belum?
Jangan risaukan masalah buku yang belum dibayar.
July 9: Aisyah Nursyifa
Yang ke jedah belum, no ustad Mas’ud koq gak aktif?
Yang ke Brunai udah di kirim apa belum, kasian kaka saya yang dibrunai nunggu?
July 9: Nuruddin Al Indunissy
Tolong sabar dulu ya, saya tidak hanya mengurusi ini. Jadi satu persatu teteh, besok di kerjakan barng team, sekarang udah pada pulang dan datanya tidak lengkap di laptop ana semua.
July 9: Aisyah Nursyifa
Owh gitu maafkan saya, saya paham koq, saya takut bukunya udah di kirim dan saya belum bayar. Saya tidak mau ada utang jika saya meninggal nanti. Oh iya, ada titipan salam untuk kang Nai dari Mutowa Al Masjid Al Haram yang tadi siang menjenguku.
July 9: Nuruddin Al Indunissy
masha Allah.. Alaikumsalam warohmatullah
July 9: Aisyah Nursyifa
Dari tadi malam suara ini sempat terseng-senggal.
Makanya abuya pangil Mutowa. Terus kayak biasa di ruqyah tapi tak ada reaksi. Tapi pas tangan beliau di sentuhkan ke leher saya tiba-tiba panas tak tertahan dan keluarlah beberapa gumpalan darah hitam. Alhamdulilah Sekarang agak enakan. Beliau pun langsung nanya kamu di ruqyah lagi yah sama gurumu?
Saya jawab iya, dan dia bilang jarang orang bisa mengusir jin via Handphone. Tapi gurumu memang hebat (Sambil nunjukin jempol).
July 9: Nuruddin Al Indunissy
masha ALLAH
………………..
Pagi itu 5.30am Waktu Indonesia Barat [atau 2.50am Makkah Al Mukaramah] , saya baru bangun kesiangan dan dikagetkan suara telphone.
+966504768xxx
Syifa: “Kang nai, tolongin aku. Aku sudah satu jam di injak.. kakinya gede, ijo, banyak bulunya..”
+6287748346458
NAI: “Allahuakbar! Audzubikallimati tammati mingkulli syarrrimaaaakholaq! PERGI KAMU. PERGI… Pergi kalian musuh musuh Allah.. !”
+966504768xxx
Syifa:”Hwa….aaa..aa.”
[Dengan satu bentakan itu jin itu, menjerit. Lolongannya menjauh dan hilang. Kembali suara Aisyah yang asli keluar]
+966504768xxx
Syifa:”Astaghfirullah… Hh.. Hh.. ”
+6287748346458
NAI:”Luarbiasa jin-jin ini, beraninya hanya sama wanita. Pergi kamu, pergi!”.
+966504768xxx
Syifa:”Ini saya. Ini saya”.
+6287748346458
NAI:”Saya siapa? Jawab!”
+966504768xxx
Syifa:” Saya. Ini saya. Masa ga tau?”.
+6287748346458
NAI:”Ini yang telpn kamu siapa?”
+966504768xxx
Syifa:” Ini saya!”.
[saya mulai paham, kalau itu adalah jin yang lain. Kemudian saya bersyahadat dan memulai melantunkan Alfatihah hingga selesai, dan mulai membaca awal ayat Al Baqarah.. sambil membiarkan Jin itu menjerit-jerit dan akhirnya mereda]
+6287748346458
NAI:”Alhamdulillah… ukhti Syifa? Siapa yang ngobrol sama antum?”
+966504768xxx
Syifa:” Iyah, kang nai”.
+966504768xxx
Syifa:” Ini saya!”.
+6287748346458
NAI:”Tenggorokannya masih sakit engga?”
+966504768xxx
Syifa:” Iyah, seharian ini hanya minum susu”.
+6287748346458
NAI:”Teteh percaya ga, jika Allah itu bisa menyembuhkan apa saja?”
+966504768xxx
Syifa:” Subhanallah! Tentu aku percaya”.
+6287748346458
NAI:”Sekarang ikuti saya. Dekatkan tangannya ke bibir, pegang hapenya dengan tangan kiri”
+966504768xxx
Syifa:”Iyah”.
[Setelah itu saya menuntunnya untuk membaca Al Fatihah, dari ayat satu hingga selesai. Setelah kemudian saya menyuruhnya untuk meniupkan ke telapak tangan itu]
+6287748346458
NAI:”Teh, bangun niat dalam dada bahwa Allah itu maha menyembuhkan. Termasuk menyembuhkan tenggorokan teteh itu, atas izinNya. Sekarang tangan teteh telah berenergi, dan energi itu akan membakar JIN YANG SAAT ini bersembunyi dalam vita suara teteh. Sekarang DEKATKAN!”
+966504768xxx
Syifa:”Aduh…aduh. Panas kang, panaaaasss”.
+6287748346458
NAI:”Iya pasti, sangat panas. Dan biarkan!”
+966504768xxx
Syifa:”Okho… okho. Uuuargh.. Hhh.. Hh… “
+6287748346458
NAI:”Muntahkan! Muntahkan!”
+966504768xxx
Syifa:”Sudah kang.. warnanya hitam”.
+6287748346458
NAI:”Itu jinnya. Masih ada yang sakit?!”
+966504768xxx
Syifa:”Engga. Sudah”
+6287748346458
NAI:”Belum. Masih ada. Coba geser tangannya kebawah, letakan di dada”
[Syifa diam, tidak ada reasi apa-apa. Terus saya tanya untuk menyakinkan, atau untuk melihat apakah dia dalam pengaruh jin atau tidak]
+6287748346458
NAI:”Teh udah?”
+966504768xxx
Syifa:”Iyah terus kemana lagi?”
+6287748346458
NAI:”Geser ke bawah. Ke perut, paha, kaki..”
+966504768xxx
Syifa:”Kakiku kejang kang… Ha…aa. Aduh..aduh”
+6287748346458
NAI:”PUKUL!”
+966504768xxx
Syifa:”Haw… Aduh.. Sakit”
+6287748346458
NAI:”PUKUL! Lahawla wala Quwwata Ila Billah! PUKUL. TEPUK.TEPUK!”
[Saya terus memerintahkan untuk memukulnya sampai rasa sakitnya itu hilang]
+966504768xxx
Syifa:”Kenapa kang nai tau di kaki saya ada jin?”
+6287748346458
NAI:”Salah satu effect racun itu, membuat korbannya sperti terkena struck (kakinya tidak bisa digerakkan, setelah kakinya terus tubuhnya) lalu mati perlahan dan membusuk. Itulah kejahatan jin itu”.
Setelah itu hape mati lagi.
……
July 10: Aisyah Nursyifa
Kang nai, tolong lagi. Ada kaka saya yang ke 3 mau nelephone menanyakan apa yang terjadi dengan saya. Dia di jedah, tolong lembutkan hatinya juga. Dia baru tau penyakitku dari kaka saya di Brunai.
July 10: Nuruddin Al Indunissy
insya Allah..
July 10: Aisyah Nursyifa
Makasih atas semuanya
Kang nai saya serius mau pesen buku 3 tuk ke bandung.
Masih ada gak?
July 10: Nuruddin Al Indunissy
Masha Allah, masih ada teh. Saya masih dibebani 2000 buku lagi untuk disampaikan kepada hati-hati yang membutuhkannya. Meski seperti sulit, tapi saya yakin. Ketika Allah mengizinkan buku ini terbit, maka disana tentu ada sesuatu yang baik untuk ummat ini.
July 10: Aisyah Nursyifa
Mudah-mudahan dimudahkan ya akhi.
Gimana ada kakak saya nelphone?
July 10: Nuruddin Al Indunissy
Kakak tadi udah koq, insya Allah tak apa-apa.
Udah ana jelasin semuanya
July 10: Aisyah Nursyifa
Ia kesana semuanya.
Alhamdulilah
Kang nai posting artikel “Teknis ruqiyah diri sendiri” ya di kampung NAI?
Setiap di praktikan lakukan jantung berdebar, badan merinding tak sanggup ku melakukanya.
July 10: Nuruddin Al Indunissy
Bentar ana lagi ruqiyah
Ini ana, sedang merruqiyah juga.
July 10: Aisyah Nursyifa
Khi yang membuat ana jengkel setiap solat atau baca qur’an tak bisa di tahan ngantuk. Aku ingin tuntaskan semua ini, bila memungkinkan bila ruqyaah lagi ingin dibacakan ayat-syifa langsung. Aku ingin sembuh
July 11: Nuruddin Al Indunissy
Boleh teh, langsung telpn aja.
Ga usah sms dulu untuk kepentingan ruqiyyah mendesak, dalam artian jin itu sudah mengganggu, 24 jam no ana dibuka. Kecuali jika jinnya bandel, sms dulu supaya kita punya waktu lebih lama.
……..
July, 11 2012.
Malam itu konsultasi Rehab Hati yang saya buka di no pribadi saya sedang berlangsung, dan biasanya selalu saja ada nomor masuk tanpa sms terlebih dahulu. Dan biasanya saya biarkan, karena prosesi Rehab Hati langsung dari telephone terganggu. Hanya saja nomor itu terus menerobos masuk..
Akhirnya saya hentikan sejenak dan melihat nomor itu. Syifa… ini nomor Saudi Arabia. Dan saat itu juga saya memohon izin untuk menunda Konsultasi Rehab Hati.
+966504768xxx
Syifa: “Kang nai.. ini benar kang nai kan?”
+6287748346458
NAI: Assalamualaikum WAROHMATULLAH wabarokatuh..
Ada apa, ini saya nuruddin!
+966504768xxx
Syifa: Aku di iket di gua kang. Tolongin aku, aku disiksa.. tolongin aku, mulut aku diikat tali.
+6287748346458
NAI: ALLAHUAKBARRRRR!
UKHRUJ YAAAA ADUWALLAH…!
[Suara saya menggeram kegeraman dengan ulah jin-jin laknat itu, lalu kulanjutkan]
Darimana kalian hah! Kalian benar-benar telah menganiyaya hamba Allah ini. KELUAR KALIAN. KELUAR SEKARANG JUGA. KELUAR MUSUH MUSUH ALLAH..
+966504768xxx
Syifa: Hrrggh… Hua… Diam.Diam!
Saya akan bawa anak ini.
+6287748346458
NAI: DEMI ALLAH.. KALIAN TIDAK AKAN PERNAH BISA!
Cepat keluar atau saya bakar kalian semua atas Izin Allah!
CEPAT! CEPAT! CEPAT!!
+966504768xxx
Syifa: Saya tidak akan pergi sebelum membunuh anak ini.
+6287748346458
NAI: HEY! Siapa kalian berani mendahului kekuasaan Allah!
Allah telah menugaskan malaikat Ijra’il untuk mencabut nyawa, dan itu rahasia Allah Al Dzahir Al Bathin..
[dari ujung telephon terdengar lolongan panjang menjauh, lalu mendekat lagi ketelinga saya dan mulai membentak saya]
+966504768xxx
Syifa: DIAM. DIAM!
Suara kamu membuatku sakit!
+6287748346458
NAI: Iyah, memang sakit dan rasakanlah gelombang petir yang akan membantai kalian. Siapa kamu. Jawab!? Audzubikalimatillah… Audzubuillahiminassayyitonirrajiin! Asyhadu Alla Ilaaha Illallah.. wa Asyahadu Anna Muhammadarasulullah! Jika kalian tidak juga mendengar peringatan ini. Maka getaran suara ini akan berubah menjadi balatentara cahaya halilintar yang menghanguskan kalian. Ingat! Allah akan mengabulkan do’a Hamba-Nya yang Yakin! Demi Allah.. Demi Allah! Lepaskan anak ini. Lepas..
+966504768xxx
Syifa: Saya harus bawa anak ini. Saya harus bawa..sekarang.. Aaaargh…
Setelah memberi peringatan itu, saya mulai membaca Al Fatihah dengan lembut, Al Baqarah 1-5 dengan lembut, dan Al Baqarah 255, 285-286 dengan suara keras. Dilanjut dengan Al Falaq, lalu dilantunkan Adzan.
+966504768xxx
Syifa: Iya..iya..aampuuuunnn.. Iya, saya pulang. Saya pulang kemadura. Ampuun…Ampuun..
Selepas itu udara bogor kembali hening, sempat khawatir dengan tetangga dengan teriakan saya.
***&***
July 10: Nesha Sulistiya
Afwan, ustad mau tanya apa tau perkembangan kesehatanya?
Aku inbok dia dari malam gak ada balasan
July 10: Nuruddin Al Indunissy
Semalam dia diganggu lagi (dadanya di injak kaki besar) dan alhamdulillah jinnya sudah di usir lagi
July 10: Nesha Sulistiya
Astagfirulloh tuh kan kata saya hati-hati, hanya ingin memberi tahu dari beberapa korban temen ana ustad.
Kadang kadang setelah menginjak dada, nanti kadang jin mengikat ke 2 lutut bahkan kakinya sakit dan susah gerak yang akhirnya lumpuh,itu cerita temen ana dulu, ustad mba mohon kapan pun dia kambuh atau di serang tolong bantu dia,berapa pun biaya yang habis ustad keluarkan tuk nlp dia ana ganti
July 11: Aisyah Nursyifa
Kira-kira mungkin gak malam ini, tapi bicara ana masih ngilu.
Sepanjang malam total gak bisa tidur, pas tidur satu jam mimpi di kejar ular raksasa, ana tau ini hanya ilusi mimpi tapi rasa capek lari-lari mendaki gunung terasa banget.
……
July 12: Nesha Sulistiya
Ana baru inget, tolong katakan pada dia di bawah tempat tidurnya ada kertas yang di lipat persegi dan di bungkus rapat plastik, cepat ambil dan bakar, dulu aku yang naruh, itu jimat pemberian nenek.
July 12: Nuruddin Al Indunissy
Kenapa baru bilang sekarang!? Ya Allah..
July 12: Nesha Sulistiya
Asli, saya lupa ustad
***&***
July 12: Aisyah Nursyifa
Kang nai ana mau tanya, apa tadi ruqyah kang nai mengumandangkan adzan?
July 12: Nuruddin Al Indunissy
Iah, baru ingat ya?
July 12: Aisyah Nursyifa
Bukan baru ingat, tapi apa yang ana dengar dan liat nyata yah.
Tadi pas solat isya ketika ana coba ruqyah sendiri, walau badan bergetar ada suara nyaring terdengar jelas. Katanya gini; “Gara gara suara adzan itu, anak buahku mampus, tunggu dan rasakan kami akan kembali”
July 12: Nuruddin Al Indunissy
JAWAB SAJA TANTANGANNYA. Saya sudah tantang semua tadi malam, malah disuruh datang ke Sentul Bogor!
Jangan pernah takut dengan ancaman itu, meski jin itu puluhan ribu. Malaikat ALLAH lebih banyak, dan tentu saja ALLAH LEBIH KUAT DARI APAPUN.
July 12: Aisyah Nursyifa
Astagfirullohaladzim. Semakin di jawab semakin nyaring, aku gak mau di sebut orang gila teriak-teriak di kamar.
Cuma solat dan ngaji pun merasakan panas, ku coba minum air dengan garam yang dibacakan Al Fatihah sama kang nai itu, malah semakin panas. Apa itu tanda jin nya masih ada apa bekasnya?
July 12: Nuruddin Al Indunissy
masih banyak
***&***
July 12: Nuruddin Al Indunissy
Ukhti, buka kasur dan cari KERTAS disana, lalu ambil TERIAKAN TAKBIR PADANYA dan bakar.
BAKAR!
July 12: Aisyah Nursyifa
Iya, aku merasakan jinnya banyak.
Semoga mereka mati perlahan, aku tak paham cari kertas terus bakar?
July 12: Nuruddin Al Indunissy
Ada lipatan kertas plastik. Disitu ada tulisan arab yang disimpan nesha, itu yang disebut JIMAT atau apalah saya tidak tau dan tidak mau tau hal hal begituan.
Ambil dan bakar
Sekarang
!
July 12: Aisyah Nursyifa
Gak ada ana cari-cari. Di bawah ranjang dan kasur?
Di mana naruhnya?
July 12: Nuruddin Al Indunissy
coba cari lagi
July 12: Aisyah Nursyifa
Baru ketemu dan udah di bakar akhi.
Tapi ketika membakar badan saya bergetar hebat dan sekarang lemah lunglai tak ada tenaga.
July 12: Nuruddin Al Indunissy
ALLAHUAKBAR! mungkin semua jinnya MATI
July 12: Aisyah Nursyifa
Aamiin ya robb. Mudah mudahan demikian,
***&***
July 13: Nesha Sulistiya
Ustad saya hanya mau tanya, bagaimana keadaan nya?
July 13: Nuruddin Al Indunissy
Kertas itu sudah dibakar dan dia merasa lemes,
Tadi shubuh diganggu lagi sama jin jin itu
July 13: Nesha Sulistiya
Ya Alloh, Kemarin malam aku mendatangi pimpinan pondok al Amin madura.
Karena yang saya tau cucunya pernah di guna-guna tetangganya, sama seperti apa yang saya lakukan, tapi dia sembuh total. Di situ saya mengutarakan semuanya dan ingin membantu mencari penawarnya buat kesembuhan nya, kiyai itu jawab hanya mujizat Alloh lah yang akan membantunya, karena memang gak ada penawar. Coba temanmu itu jangan tidur ketika ngantuk paksakan bangun, dan jangan makan ketika lapar, amalkan lapad “layukallipullohu napsan illa wus’aha”. Air nya pake mandi. Nah gimana menurut ustad?
July 13: Nuruddin Al Indunissy
Itu potongan ayat Albaqarah ayat 286
….
Saturday
Nesha Sulistiya
Ustad saya dapat kabar dari tetangga bahwa rumah nenek itu di bakar masyarakat, dan mati.
Mudah-mudahan tidak mengganggu dia lagi
Saturday
Nuruddin Al Indunissy
ALLAHUAKBAR!
*** & ***
July 13: Aisyah Nursyifa
Kang NAI di tlp gk di angkat?
July 13: Nuruddin Al Indunissy
Kapan telpn???
July 13: Aisyah Nursyifa
Kang NAI saya mau cerita tentang kisah ruqyah tadi duhur, tapi sama mutowa yang berbeda.
July 13: Nuruddin Al Indunissy
Iyah. Gimana
July 13: Aisyah Nursyifa
Tadi pagi setelah ana solat tiba-tiba banyak suara berderap menggertarkan, sambil mengancam membawa pasukan. Di situ aku hanya bisa takbir dan taawudz dikeraskan. Di situ hilang kesadaran, dan waktu sadar jam 11. Disana sudah ada beberapa Mutawwa dan tangan kakiku terikat keras.
July 13: Aisyah Nursyifa
Tapi anehnya Mutowaa itu bawa cermin, pas di lihatkan ke mukaku yang di lihat bukan wajahku tapi wajah nenek yang menakutkan. Yg aku ingat ketika di ruqyah aku mah berada di pohon beringin. Tapi melihat para makhluk sialan itu kepanasan dan menjerit-jerit. Ada yang adzan sampai 7 kali,
July 13: Nuruddin Al Indunissy
Kenapa ga telpn saya atuh ?
Memang harus dibakar semua
Jin itu bandl-bandl
July 13: Aisyah Nursyifa
Cerita saya belum selesai akhi, orang handphone ku melayang kaya-layangan.
Lama mungkin hampir 3 jam mutowa membakar jin itu, dan yang saya dengar mereka menyabutkan Namanya satu persatu. Keitka saya sudah bebas, saya buka mata dan ingat semua tapi kaget pas Anak majikan kesurupan. Apa itu ketularan? Dan mutowa itu pun lemes banget, sampai gantian, yang merruqyah anak majikan Mutawwa yang lain.
July 13: Nuruddin Al Indunissy
Bukan menular, tapi memang bisa masuk kesiapa aja yang imannya lagi lemah. Memangnya juga, sehaabis ruqyah mah rasanya LEMES karena energi kita habis.
Hehe. Baru tau gitu?
July 13: Aisyah Nursyifa
Astagfirulloh maafin saya, bener mungkin selama ini kang Nai kaya mutowa itu?
Tadi yang datang meruqiyyah ada 7 mutawwa dan berbagi tugas, ada yang dzikir, ada yang Adzan, ada yang membaca Ruqiyyah, nah yang paling parah yang Meruqyah. Dia terlihat lemes banget, keringat bercucuran dan lemah lunglay tak berdaya, ia terkapar di atas shofa.
Yang ruqyah hanifah mah yang lain, kang nai sendiri masyaAlloh sanggup menahannya?
July 13: Nuruddin Al Indunissy
Selama meruqiyyah teteh, yang lemes itu hanya satu kali. Gapapa teh.
Saya malah seneng koq, saya langsung naik darah kalo ada Jin jahat seperti itu.
Kalau kelihatan mah pengen nge-BANTAI. Hanya saja, tehniq ruqiyyah saya tidak seperti dukun yang katanya bisa melihat Jin. Saya tidak bisa melihat sama sekali, hanya merasakannya dan menyakini keberadaannya.
July 13: Aisyah Nursyifa
Kalau lagi sadar gini, gak lihat, terasa sejuk, tapi kalau jin itu mau datang. Ruangan kamar itu berubah, dan suasana menakutkan di situ saya lihat jelas, gak tau benar apa gak nya?
July 14: Nuruddin Al Indunissy
Dengarkan kata-kata saya: KETIKA JIN ITU TERLIHAT, artinya dia sudah menghabiskan energinya untuk memperlihatkan diri kepada kita. Jika kita takut dia berhasil dan bahkan akan mencekik, tapi jika kita BERDIRI DAN MENYEBUT ASMA ALLAH DAN TAKBIR JIN ITU AKAN MUSNAH ATAU LARI PONTANG-PANTING. Caranya baca takbir dan ludahi, atau baca “Adzubillahikallimatillahi tammaati minssyarimaa kholak!!! lalu ludahi. Insya Allah jin kerdil itu musnah!
July 14: Aisyah Nursyifa
InsyaAlloh akan saya lakukan, bila datang lagi,
Tapi alhamdulilah dari semalam gak datang.
July 14: Nuruddin Al Indunissy
BERDIRILAH DENGAN GAGAH WAHAI HAMBA ALLAH!
July 14: Aisyah Nursyifa
Ia insyaAlloh sekuat mungkin ana akan melawan mereka.
Mau minta solusi tentang pendapat semua sodara saya, tapi gak ada yang mengerti saya.
July 14: Nuruddin Al Indunissy
iya silahkan
July 14: Aisyah Nursyifa
Astagfirulloh kang NAI kok ana baru ingat bahwa tadi malam saya di ruqyah lagi. Pas liat pusa kok kurang ternyata.. maaf yang ana inget setelah minum air itu pusing gak tahan. Dan jam 1 malam baru sadar. Aduuh..merepotkan mulu, dan alhamdulilah sekarang dengar adzan dan solat pun gak merinding atau takut.
July 14: Nuruddin Al Indunissy
Hehe. Alhamdulillah..
Oh iya, kabar bahagia teh.
Si nenek sihir pemilik racun itu rumahnya dibakar masyarakat
Jadi mudah-mudahan dia juga mati. Jika si nenek itu mati, insya Allah tidak akan ada jin lagi yang datang. Jikapun ada langsung telpn ana dan lakukan yang kemarin. Berdiri dengan gagah dan lantunkan takbir!
July 14: Aisyah Nursyifa
Astagfirulloh apa itu benar?
Yah mudah-mudahan mati. Tapi yang sering saya rasaakan, ketika jin itu datang kadaang saya gak bisa bicara. Cuma dalam hati. Dan meminum air kemarin juga tetep panas.
Sunday
Nuruddin Al Indunissy
Nanti klo sakit lagi kita ruqiyah lagi, sekali lagi.
Sepertinya setelah itu tidak akan datang lagi, insya Allah
Sunday
Aisyah Nursyifa
Khi kenapa 3 jam lalu ke 2 no nya susah di hubungi?
Tapi alhamdulilah ana berhasil MENANTANG dan melawan mereka, pasukannya makin banyak dari yang kemarin akhi.
Sunday
Nuruddin Al Indunissy
Masha Allah! Begitu seharusnya! ALLAHUAKBAR!
Sunday
Aisyah Nursyifa
Iya khi, aku melakukan seperti petunjuk kang nai di atas.
Waktu itu lagi solaat sunah, ada suara yang sangat keras katanya; “Saya tidak puas bila masih melihat kamu hidup”. Selepas itu, saya langsung ambil sisa Air zam-zam yan dibacakan Al Fatihah dari kang Nai kemarin. Aku semburkan ke mereka dan wujudnya pada kelihatan nyata. Di situ langsung ana caci maki habis-habisan, sambil ucapkan kalimat itu, lumayan lelah yah.
Sunday
Nuruddin Al Indunissy
^_^ Sepertinya yang saya ajarkan selama ini baru teteh pahami. Pada intinya, ruqiyyah itu tergantung dua kondisi. Kondisi si peruqiiyah dan yang di ruqiyyah. Jika teteh yakin sepenuhnya kepada Allah Azza wa Jalla, maka jin itu tidak berani mendekat.
Sunday
Aisyah Nursyifa
Iyah, ahsanta akhina.
Ini si mba Nesha nyuruh ana; “Jangan tidur selagi ngantuk, jangan makan selagi lapar dan amalkan surah albaqoroh”, Gimana maksudnya? Katanya amalkan billa ingin sembuh.
Sunday
Nuruddin Al Indunissy
Maksudnya sering bangun malam dan puasa sunnah!
Lalu baca setiap malam Al Baqarah, terutama Ayat 1-5, 102, 163, 164, 255, 285 dan 286. Mulai dengan Al Fatihah dan akhiri dengan Al Ikhlas, Al Falaq dan An Nas. CARA PALING MUSTAJAB ADALAH BUKAN MERUQIYAH, tapi mendidik yang diruqiyah supaya berani.
Jangan banyak mencaci, tunjukan saja kita tidak takut. Keraskan Dzikir dan Takbir! lalu ludahi dengan meniatkan untuk menghancurleburkan mereka atas izin ALLAH!
Sunday
Aisyah Nursyifa
Memang 2 bulan ini ana gak puasa sunah karena jadwal obat, tidur pun biasa habis subuh. Malam kalau sadar, yah digunakan tuk bermunajat.
Ana hanya bilang; “Kalian makhluk terkutuk, malam itu mereka malah menampar dan menarik rambut saya! Dan disitu ana baca ayat Qursi dan akhir suroh Al Baqoroh itu” Mereka tidak mati cuma menghilang, cerita kayak gini gak di percaya ma orang saudi mah akhi.
Sunday
Nuruddin Al Indunissy
Ludahi, semoga Atas izin Allah mereka akan terbakar!
Sunday
Aisyah Nursyifa
Tadi malam banyak mungkin ada 15 orang, di ludahi sebagian dan mereka mejerit-jerit!
Ketika ana capek gak daya baru di putar ayat ruqyah yang di download dari kang nai. Pasti mereka datangnya waktu Ashar atau waktu mau Isya, kadang waktu mau Adzan Shubuh, kayak nya harus waspada terus.
Sunday
Nuruddin Al Indunissy
memang iya, coba katakan begini:
Demi ALLAH! Allah sedang menatap kalian!
Sambil tunjuk jari ketauhidanmu ke langit! Setelah itu baca Syahadat. Ana yakin semua kabur
Sunday
Aisyah Nursyifa
InsyaAlloh kalau datang lagi,
Ini suasana dah berubah tuh..
Sunday
Nuruddin Al Indunissy
TELEPHONE SAYA SEKARANG.
+966504768xxx
Syifa: “Kang nai.. mereka berdatangan lagi. Hiiiy…”
+6287748346458
NAI: “Ingat! Ingat sama Allah! Berdirilah… “
+966504768xxx
Syifa: ”Dia besar hitam, matanya banyak! Kang nai tolong… aku dicekik!”
+6287748346458
NAI:”Minta tolong sama ALLAH.. bukan sama saya! Kamu akan lemah jika tetap begitu”
+966504768xxx
Syifa:”Mulut saya dibekem..”
+6287748346458
NAI:”La Hawla wala Quwwata Illa Billah!, AUDZUBILLAHIMINASSAYYITONIRRAJIIM..!”
Ludahi.. Ludahi sekarang! Dan TAKBIR yang keras!
+966504768xxx
Syifa:”Allaaaaaahuakbar! Pergiiiii…. Chwuaa…”
+6287748346458
NAI:”Bangun! BERDIRI DENGAN GAGAH DAN ACUNGKAN JARI KETAUHIDANMU KELANGIT! Dan musnahkan mereka! Audzubikallimatillahi tammati minssyarrima khalaq! BERDIRILAH DENGAN GAGAH WAHAI HAMBA ALLAH! BERDIRILAH!”
+966504768xxx
Syifa: “Aku tidak takut dengan KALIAN… Pergi! Aku tidak takut dengan kalian. Harrrggh… Pergi! Pergi! Alaaahuakbar! Huhh…”
Terdengar suara Aisyah menjadi gagah, dan mengutuk mahluk-mahluk laknat itu.
+6287748346458
NAI:”Dzikir, dzikir! Bacakan syahadat!”
+966504768xxx
Syifa: “Asyahadualla Ilaha Illallah wa Asyhadu Anna Muhammadarrasulullah!”
+6287748346458
NAI: “Alhamdulillah… Coba bacakan Al Fatihah!”
[terdengar aisyah mulai baca basmalah, ayat 2, ayat 3 namun diayat 4 dia batuk berat].
+6287748346458
NAI:”Malikiyamiddin! Maaliki yaumiddin! Allahlah penguasa hari pembalasan! KELUAR KAMU MUSUL ALLAH!”
+966504768xxx
Syifa: ”Hrmmm… Saya harus bunuh anak ini! Saya akan bunuh anak ini! Kamu telah membunuh banyak pasukan saya!”
+6287748346458
NAI: ”Allahuakbar! TIDAK DEMI ALLAH! Datanglah kamu semua kesini! Kenapa harus jauh-jauh ke Makkah Hah! Datang ke tempat saya disini di pulau Jawa! Demi Allah! Saya tidak peduli busuk wajah kalian, demi ALLAH saya tidak peduli berapa ribu pasukan kalian! Demi ALLAH saya tidak takut! Demi Allah… Yang Maha Perkasa! Demi Al Jabbar! Al Mutakdir! Al Awwal Al Akhir… Al Dzahir Al Bathiin… Al Dzul Dzalaali wal Ikram!
Setelah itu saya membacakan surah-surah yang teramat ditakuti dan membakar jin: Surah Al Baqarah 255, Ar Rahman 33, Al Hasyr 21-24, dan Al Anfaal 17! Selama ayat-ayat itu dibacakan, jin-jin itu terus menjerit-jerit. Detik detik berikutnya terdengar suara Aisyah mengikuti bacaan ayat yang kubaca sambil menggigil.
+6287748346458
NAI: “Sudah pada pergi kan?”
+966504768xxx
Syifa:”Belum kang nai, yang tadi mati. Sisanya disekeliling kamar.. hitam gede.. banyak. Tapi mereka tidak mau dekat!”.
[saya mulai berfirkir keras, mencari cara untuk memusnahkan balatentara iblis yang sedang marah itu. Mereka tidak masuk ketubuh Aisyah, namun berada disekeliling Aisyah!]
+6287748346458
NAI: “Baik. Sebntar! Tenang. Antum percaya ga Allah menyaksikan semua ini?”
+966504768xxx
Syifa: “Percaya! Allahuakbar!”
+6287748346458
NAI: “ITU YANG SAYA BUTUHKAN, ikuti saya. Atau, tidak usah.. dengarkan dan ikuti dalam Hati. Jangan dilihat!
[Saat itu berfikir, bahwa jin-jin ini adalah serangan dari kerajaan iblis yang marah karena beberapa pasukannya terbunuh. Dan bukan jin suruhan nenek sihir itu, dan urusan ini adalah urusan Aisyah, Saya dan Allah... ]
Saya membenarkan posisi duduk, menghadap kiblat. Membangun niat! Mengobarkan kembali kekuatan cinta, antara jiwa saya dan Aisyah saudari saya yang teraniyaya.
+6287748346458
NAI: Ya Allah..
Ya Rahmaan Ya Rahiim..
Curahkanlah Kasih Sayang-Mu untuk hamba-Mu yang tengah didzolimi JIN JIN laknat ini.
Ya Allah..
Ya Kuddus, Ya Sallam Ya Mukmin Yaaa Muhaimiinnn… Dzahirkanlah Penjagaanmu wahai Rabb yang Maha Menjaga dan Mengamankan Hamba-Nya..
Demi Namamu Yang Agung, mahluk-mahluk Mu dari kalangan JIN ini telah berusaha menodai kesucian-Mu ya Kuddus!
Wahai Al Aziz!
Al Jabbar! Al Mutakabbir! Yaa Haq! Yaa Khaliq! Ya Awwal Ya Akhirr.. Ya Dzahirr ya Bathiin.. Dzahirkan kekuasaan-Mu untuk hamba-Mu yang teraniyaya ini..
Yaaa Nuuurrr…
Ya dzul Dzalaali wal Ikram.
Wahai engkau yang bersemayam diatas Al Ars..
Pemilik Cahaya diatas Cahaya! La Hawwla walaa Quwwata Illa Billah!
Sesungguhnya kami ini lemah dan tak ada daya selain pertolongan-Mu
Demi meninggikan kalimah ketauhidan atas Mu, demi memerangi kemusyrikan dan kesyirkan atasmu wahai An Nuurrr. Berikanlah cahaya pemagar untuk Hambamu yang sedang dizalimi ini.
Audzubikallimatillah…
AudzubiLLAHIminassayyitoonirraziim..
Asyhadu Allaaa Ilaaaha Illallah wa Asyhadu Anna Muhammadarrasulullah!
[Selanjutnya saya membacakan Ayat Ayat Syifa bersusun dari Awal, Al Fatihah, Al Baqarah 1-5, 163, 164, 255, 286, Al Imran 18-19, Al A’raf 54-56 dan 117-122, Yunus 81-82, Al Mukmin 115-118, Ashoffat 1-10, Al Ahqaaf 29-32, Ar Rahman 33-36, Al Hasyr... Ayat 21-25 dan...]
+966504768xxx
Syifa: “Akhi… teranggggg. Masya Allah.. Kamarku terangg…..”
+6287748346458
NAI: “Terang bagaimana? Memang dari tadi, kamu merasa gelap? Istighfar!”
[Saya mulai curiga, dia adalah suara jin yang berusaha menghentikan bacaan Al Qur’an saya]
+966504768xxx
Syifa: “Dikamarku lampunya dimatikan akhi, masha Allah tabarokallah! Haruuummm… Apakah ini syurga.. Haruummm”
[Setelah itu sambungan terputus. Saat itu aku berdiri, mengeliat dan menengok Abuazhar Askary/sahabat saya di kamar sebelah, mereka masih asik dengan pekerjaannya. Dan malam hari selepas Isya Aishah kirim pesan di inbox... ].
Sunday
Aisyah Nursyifa
Keajaiaban yang luar biasa yang baru ku lihat ku nikmati sepanjang hidup saya!
Sungguh menakjubkan, tak bisa di ungkapkan dengan tulisan atau cerita, serasa mustahil tapi sungguh ini nyata, nyata sekali!
Sunday
Nuruddin Al Indunissy
Coba ceritakan, biar ana kebagian bahagianya.
Sunday
Aisyah Nursyifa
Bingung harus ucapin apa khi, nanti aja ana telepon bila pulsanya dah datang, deg-degan sedih campur bahagia, pokoknya ini sepesial banget kayaknya dari Alloh. Dan tak banyak orang mendapatknya.
Sunday
Nuruddin Al Indunissy
Apa? Saya khawatir itu dari JIN
makanya cepat cerita
!
Sunday
Aisyah Nursyifa
Tapi apa kang nai akan percaya apa yang saya ceritakan?
Sunday
Nuruddin Al Indunissy
Silahkan
Sunday
Aisyah Nursyifa
Allahuakbar! Ketika tadi kang NAI mengaji tiba-tiba perlahan ruangan kamar saya terang ada sinar cahaya yang tiba-tiba muncul. Nah setelah tutup telephone, sinar itu semakin terang sehingga ana silau tak mampu buka mata.
Terus tiba-tiba ada angin kenceng haruuuuuum sekali.
Ku coba buka mata tetep silau, yang terliat sosok putih. Mataku tertutup kembali sambil mengucapkan takbir! Lalu ada tangan yang meraba dari ujung kepala sampai kaki, 3 kali berturut-turut dingiiiin sekali tangannya seperti es. Terus badan ku terasa terkena air hujan, serasa ada yang memandikan. Gak tau air itu dari mana, tapi ini nyata karna tanganku meraba air sejuk harum itu dan membasuh mukaku.
Aku meminum air yang berjatuhan itu, dan kotoran yang ada di tenggorokan keluar. Terus katanya, baca Sholawat, Istighfar, Tahmid dan Syahadat ! Setelah aku membacanya mataku terbuka, kamar masih terang dan sejuk. Harum, badan ku bersih, kuat, segar, gak pusing, aku sujud sukur serta bertanya siapakah engkau?
Hanya ada semilir angin yang membelai wajahku, dan ruangan kamar kembali seperti biasa, hanya saja aroma harumnya sampai sekarang masih tercium.
Coba apakah ini dari jin akhi?
Seisi rumah bingung dan penasaran, dari mana datang aroma wangi ini?
Sunday
Nuruddin Al Indunissy
ALLAHUAKBAR! Insya Allah itu malaikat rahmat
Sekarang gimana?
Sunday
Aisyah Nursyifa
MasyaAlloh apa benar itu malaikat?
Aku di sentuh di obati malaikat rohmat akhi…
Sekarang sehat segar seperti semula, mamayu enak makan.
Sunday
Nuruddin Al Indunissy
Insya ALLAH inilah yang ana sebut Keajaiban!
Dan kisah ini selesai. Alhamdulillah
Pulanglah dan kabari suamimu.
Semoga beliau menyayangimu
Adikmu merinduimu, saudariku
“Selebihnya air mata yang berlomba-lomba, perlahan sembab seperti ingin membelai-belai jenggotku yang mulai tumbuh subur didagu. Rabb… Aku belum mampu mencintai-Mu, tapi kubisikan lirih sekali lagi. Kucinta cara-Mu ya Rabb!”.
Sunday
Aisyah Nursyifa
Aamiin ya robbal alamiin
Keajaiban yang istimewa, tak kuat ku menahan air mata khi, tak percaya apa benar ini semua selesai? InsyaAlloh ku akan pulang segera. Suami sudah kuberi tahu, beliau masih bengong keheranan.
Apa yang harus ku ucapkan selain kata Alhamdulilaah wa Syukrilah.
Kang nai mengobati saya dari pertama, dari awal jin itu berdatangan hingga semuanya pergi bahkan sebagian mati. Hingga akhir yang istimewa ini. Apa yang harus aku berikan akhi?
Sunday
Nuruddin Al Indunissy
Subhanallah! Walhamdulillah! wa Laillahaillallahu Allahuakbar!
Satu saja harapanku, cerita ini akan saya susun menjadi satu kisah AKBAR “The Miracle Of Tawhid” yang Insya Allah akan menginpirasi banyak jiwa untuk taubat dan mengokohkan Tauhid banyak jiwa. Nama anti dan semua tokoh akan diganti untuk menjaga niatmu.
Monday
Aisyah Nursyifa
Aamiin ya robbal alamiin,
Silahkan tulis dan disusun, gak kebayang akhi aku nanti membaca kisah ku sendiri yang ditulis sama penulis yang selama ini kuganggu waktunya. Semoga keimanan ketauhidanku semakin kuat dan istoqomah.
Monday
Aisyah Nursyifa
Akhi, majikan masih gak percaya dengan kesembuhan ini.
Sampai panggil Mutowa lagi, Mutowa yang dipanggil malah senyum-senyum.
Monday
Nuruddin Al Indunissy
Habis senyum-senyum ngapain?
Sampaikan salam saya sama Syaikh Mahmud Abdul Ghofur Al Khohtoni.
Ana sangat ingin bertemu dengan beliau dan belajar baca al Qur’an.
Ana merindukan kota makkah.
Monday
Aisyah Nursyifa
MasyaAlloh! Akhi, ada cerita lucu saat mutowa itu datang.
Beliau gak kaget dengan keharuman yang di ciumnya.dan langsung menuju kamar ana sambil lurak lirik sambil bilang ke seisi rumah bhw aroma wangi berasal dari kamarku. Nah mereka tak percaya,dan nanya ma ana pake bahur apa minyak wangi apa?terus kamu punya ilmu apa bisa sembuh total?
Tapi alhamdulilah semuanya dijawab mutowa, dan beliau pun bertanya kepadaku saat masuk kamar?
Kamu di serang lagi, dan kamu di ruqyah lagi dengan gurumu itu ya? Sambil senyum, dan ada kejadian yang membuat mu sehatkan?
Tampa di jawab pun beliau paham, beliau pun titip salam ke akhi kemarin, sayang ana malu tuk minta no Handphone atau photonya. Pesan terakhir sang Mutowa: “Gurumu bukan orang biasa-biasa, ia membaca Al Qur’an Al Kareem dengn penuh keyaqinan, sehingga malaikat pun terjun langsung atas izin Alloh”
Yesterday
Nuruddin Al Indunissy
masha Allah..
20 hours ago
Aisyah Nursyifa
Akhi, antum telah ngeluarin keringat dan tenaga.
Bahkan waktu istirahatpun ana ganggu, tak memandang waktu, aku mohon jalinan silaturrahmi ukhwah ini jangan sampai terputus, ana masih butuh tausiahmu, ilmu mu, dan harus banyak belajar lagi dari kang NAI.
19 hours ago
Nuruddin Al Indunissy
Insya Allah. Makasiya untuk kisahNYA yang luarbiasa.
Mulai saat ini, antum, insay Allah bisa meruqiyyah bahkan mengusir JIN yang datang kapan saja dan dimana saja.
…..DEMI ALLAH..
PERANG INI BELUM BERAKHIR, DAN TIADA AKHIR HINGGA NAFAS INI TERHENTI!
Sebelum diakhiri, saya hanya ingin menyampaikan kabar terakhir dari Aisyah. Kabar itu, tentu saja Asli. Sms dari nomor +966504768xxx [Tokoh yang saya beri nama Aisyah Nursyifa] : “Kang Nai, koq aneh yah? Tiga hari ini, walau matahari panas aku merasakan sejuk dan keringatku harum, tidak merasakan gerah atau panas sedikitpun padahal aku sudah naik ke lantai empat. Terus kadang, yang akan terjadi hari ini sudah terlihat jelas di mimpi. Kemarin malam aku bermimpi melihat anak majikanku jatuh dari tangga, dan hari benar-benar terjadi!”
Bagikan

0 comments:

Post a Comment